Senin, 26 Oktober 20

Ini yang Dilakukan Shinta Kamdani terhadap Perusahaannya dalam Menghadapi Pandemi Covid-19

Ini yang Dilakukan Shinta Kamdani terhadap Perusahaannya dalam Menghadapi Pandemi Covid-19
* CEO Sintesa Group Shinta Widjaja Kamdani. (Foto: Fikar Azmy)

Jakarta, Obsessionnews.comPandemi Covid-19 tak hanya menghantam kesehatan saja, namun berdampak besar menyasar ke sector perekonomian juga. Lalu apa yang dilakukan oleh CEO Sintesa Group, Shinta Widjaja Kamdani agar perusahaannya dapat bertahan menghadapi pandemi ini? Berikut penuturan Perempuan pebisnis yang murah senyum ini.

Dia mengaku, agar perusahaan dapat bertahan di masa pandemi Covid-19, perusahaan itu harus bisa beradaptasi dengan new normal atau kebiasaan baru.

“Kuncinya, pada kondisi Covid-19 ini kita harus terbiasa dengan adaptasi kebiasaan baru,” ungkap Shinta seperti dikutip majalah Women’s Obsession, Selasa (1/9/2020).

Dia mengaku bersyukur, meski salah satu pilar usaha dari empat pilar usaha Sintesa Group, terdampak cukup signifikan, tiga pilar usaha Sintesa Group lainnya mampu bertahan. Alhasil, pembenahan yang dilakukan Shinta difokuskan pada satu pilar yang terdampak tersebut.

“Sintesa Group memiliki empat pilar usaha, yaitu consumer product, industry, property, dan energy terbarukan yang dikelola melalui 17 anak perusahaan,” ucapnya.

Dari keempat pilar tersebut, lanjut Shinta, yang paling terdampak memang perhotelan. Industri pariwisata sejak awal paling terkena dampak Covid-19. Akibatnya hampir semua hotel di Indonesia jatuh, bahkan sebanyak 2000 hotel harus merumahkan karyawannya.

“Ini juga berdampak pada hotel-hotel kami, terutama di kota seperti Jakarta dan Bali,” ungkap Shinta.

Agar bisa survive, sejumlah strategi pun dilakukan. Shinta yang merupakan lulusan Harvard Business School Executive Education, Boston, Massachusetts, ini segera melakukan perubahan mendasar. Dia melakukan transformasi secara signifikan dan pendekatan dari berbagai sisi untuk melayani customer.

Di antaranya memperkuat digital marketing, memberikan pelayanan yang memenuhi standar protokol kesehatan, dan mengikuti pedoman secara disiplin dan ketat.

“Karena kami ada empat pilar usaha, walaupun pilar properti kami terdampak, namun secara overall masih lumayan. Meskipun hampir tidak tumbuh, tetapi juga tidak minus terlalu besar jadi berimbang. Karena jenis usaha kita ini sangat balance dan beragam,” jelasnya.

Dalam menjalankan manajemen bisnisnya, perempuan kelahiran Jakarta tahun 1967 ini senantiasa tetap berpegang pada visi utama Sintesa Group, yakni Sustainable Excellence Company yang sejalan dengan prinsip dasar Sustainable Development Goals (SDGs) atau tujuan pembangunan berkelanjutan, agar usaha yang berjalan memiliki dampak signifikan kepada people, planet, profit.

Terlebih karena Shinta juga merupakan Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia Bidang Hubungan Internasional, maka dia sangat peduli pada pemulihan ekonomi nasional terutama bagi para pelaku bisnis yang terdampak Covid-19.

Bersama KADIN, Shinta yang pernah masuk dalam FORBES Asia’s 50 Powerful Businesswomen (2012, 2013, & 2016) ini turut memberikan masukan bagi para pelaku usaha, baik itu UMKM maupun koperasi untuk memberikan solusi setiap permasalahan di lapangan.

Menurutnya, banyak pelaku usaha tidak hanya butuh restrukturisasi ini. Fasilitas modal kerja baru terutama UMKM harus cepat disalurkan supaya mereka bisa mulai usahanya kembali. Selama Covid-19 KADIN juga memberikan bantuan sosial APD dan alat kesehatan kepada rumah sakit, hingga sembako bagi masyarakat yang memang memerlukan dukungan.

Kiprahnya di dunia bisnis dan kepeduliannya pada pembangunan masyarakat membuatnya didaulat Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sebagai salah satu dari 30 pimpinan perusahaan berpengaruh dunia yang tergabung dalam aliansi Global Investors for Sustainable Development Alliance (GISD Alliance).

Dalam menanggapi krisis akibat Covid-19, Shinta bersama anggota-anggota aliansi sepakat mempercepat upaya untuk menyelaraskan investasi dengan tujuan pembangunan berkelanjutan dan mengintegrasikan SDGs ke dalam bisnis model mereka.

Dia menegaskan, SDGs sendiri telah dikembangkan di Indonesia, sehingga Negara ini memiliki road map yang sangat jelas. Bahkan sudah masuk ke dalam program Bappenas untuk diimplementasikan dalam jangka waktu menengah maupun panjang. Begitupun di kelompok usahanya yang telah mengembangkan road map SDGs untuk menjadi navigasi bagi seluruh perusahaan Sintesa Group dalam menjalankan SDGs.

Shinta yang banyak berkiprah di organisasi internasional, juga terlibat dalam APEC Business Advisory Council yang merupakan perwakilan bisnis Asia Pasifik. Sintesa Group bersama perusahaan terkemuka lain tanah air meluncurkan Indonesia Impact Fund membantu start-up baru yang berkomitmen atas program berkelanjutan.

Lalu apa yang dia lakukan bersama keluarga di era new normal? Yang pasti dia tidak bisa lagi travelling yang berhubungan dengan pekerjaaan, sehingga lebih banyak diam di tempat, balancing work from home.

“Penggunaan teknologi sekarang jadi nomor satu. Buat saya yang terpenting sekarang menjaga kesehatan, kalau tidak sehat percuma tidak bisa beraktivitas sama sekali. Saya dan keluarga memprioritaskan itu,” tutur Shinta.

Kedua, dampak itu tidak hanya secara fisik tapi juga mental sehingga Shinta harus menjaga state of mind dalam keadaan yang baik, misalnya meluangkan waktu untuk melakukan yang disenangi di rumah. “Ketiga, melihat apa yang bisa dilakukan untuk komunitas tetapi juga untuk Negara,” ujarnya.

Inilah sebabnya Shinta sangat aktif di berbagai komunitas maupun KADIN untuk memobilisasi bantuan, baik untuk kalangan sendiri maupun masyarakat secara luas.

Dia berharap pandemi Covid-19 ini segera lewat, vaksin segera ditemukan, dan punya momentum untuk resetting the button. Jadi hidup, baik itu karier, kehidupan keluarga, personal, ini kesempatan untuk refleksi kembali.

“Apa kekurangan kita dan bagaimana cara memperbaikinya. Saya rasa 2020 kita memulai kembali melihat dan beradaptasi serta melakukan perubahanperubahan yang lebih baik,” pungkasnya. (Imam/Women’s Obsession/Poy)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.