Sabtu, 21 Mei 22

Ini yang Dilakukan Penghubung Komisi Yudisial Jateng Selama 2015

Ini yang Dilakukan Penghubung Komisi Yudisial Jateng Selama 2015

Semarang, Obsessionnews – Sepanjang 2015, Konsultasi dan Penerimaan Laporan Masyarakat Perwakilan di Komisi Yudisial Jawa Tengah mengalami kenaikan dibanding tahun sebelumnya. Hal tersebut tertuang dalam laporan tahunan PKY Jateng.

Sebanyak 30 konsultasi dan penerimaan laporan diajukan masyarakat ke PKY Jateng sepanjang tahun 2015. Jumlah ini meningkat ketimbang tahun 2014 yang hanya mencapai 17 laporan.

“30 laporan tersebut secara rinci 13 laporan bidang pidana, 12 laporan perdata, 2 laporan tata usaha negara, dan 3 laporan agama,” ujar Plt Koordinator PKY Jateng, Ferry Fernandes didampingi tiga asistennya, Bahrul Fawaid, Muhammad Farhan, Arta Ully, Rabu (13/1/2016).

Sementara pemantauan persidangan, PKY Jateng telah melakukan pemantauan terhadap 13 perkara dengan agenda persidangan yang dipantau sebanyak 67. Sebelumnya pada tahun 2014 PKY Jateng memantau 4 perkara dengan agenda persidangan yang dipantau sebanyak 42 agenda sidang. Perkara tersebut meliputi 3 perdata, 6 pidana, 2 Tata Usaha Negara, 1 tipikor, dan 1 agama.

“Kegiatan pemantauan tidak hanya dilakukan di dalam Kota Semarang, namun juga merambah di wilayah lain, antara lain Tegal, Kudus, Purbalingga, Purwokerto, Pati, dan Pemalang,” tambah Muhammad Farhan.

PKY Jateng turut memantau persidangan di Bantul yang bukan wilayah kerja PKY Jateng. Sebab, selain belum adanya di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta, secara geografis PKY Jateng tidak terlalu jauh dengan Bantul.

Selain itu, lembaga pengawas hakim ini juga berperan aktif dalam memantau perkara-perkara yang menarik perhatian publik, seperti perkara TUN pendirian pabrik semen di Rembang dan Pati, perkara perdata antara PT Indo Perkasa Usahatama (IPU) melawan Gubernur Jateng, perkara pidana dengan Terdakwa Maryati di Kudus, dan perkara pidana penganiayaan (Hello Kitty) di Bantul.

Tak hanya berhenti disitu saja. Bekerja sama dengan Direktorat PJKAKI Komisi Pemberantasan Korupsi, PKY Jateng menyelenggarakan kegiatan Capacity Building Jejaring Pemantau Peradilan yang diikuti 40 peserta terdiri dari berbagai kalangan.

“Dalam kegiatan tersebut dibentuk komunitas “Jemari Jateng (Jejaring Pemantau Peradilan Jawa Tengah)”, yang berkomitmen membantu KY dan KPK dalam melakukan pemantauan persidangan di Jawa Tengah,” tandas Ferry. (Yusuf IH)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.