Sabtu, 7 Desember 19

Ini Upaya BTN Kembangkan Wirausaha di Bidang Properti

Ini Upaya BTN Kembangkan Wirausaha di Bidang Properti
* Direktur Legal, Risk and Compliance BTN R Mahelan Prabantarikso saat memberikan kuliah umum di Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya, Selasa (1/10/2019). (Dok BTN)

Surabaya, Obsessionnews.comPT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) terus berusaha mengembangkan kewirausahaan di bidang properti. Hal itu untuk mengedukasi generasi milenial agar tertarik menjadi pengusaha properti, agar pertumbuhan bisnis perumahan perseroan terus meningkat.

Direktur Legal, Risk and Compliance BTN R Mahelan Prabantarikso mengatakan, dari berbagai upaya pengembangan wirausaha properti BTN melalui School of Property dan Mini MBA of Property hasilnya sangat efektif.

“Kalau dari hasil survei setidaknya 70% sudah menjadi pengembang dan selebihnya banyak yang mendirikan perusahaan,” ujar Mahelan saat memberi kuliah umum di Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya, Selasa (1/10/2019).

Dia menjelaskan, dari perumahan yang dibangun oleh pengusaha properti lulusan School of Property dan Mini MBA of Property telah menyumbang bisnis perumahan BTN sekitar 40% terutama rumah subsidi. Dari kontribusi yang cukup signifikan tersebut membuat BTN antusias untuk memperluas program edukasi wirausaha properti ke daerah-daerah. Jadi kebutuhan rumah itu tidak hanya di pulau Jawa, tetapi daerah-daerah lain juga membutuhkan.

“Makanya kami dorong anak muda generasi milenial di luar Jawa bisa menjadi pengusaha properti,” tegasnya.

Menurut Mahelan, masalah perumahan tidak hanya berasal dari demand tetapi ekosistem perumahan juga perlu menciptakan supply. Untuk itu BTN secara aktif menjadi integrator baik dari sisi pembiayaan, menciptakan demand dan menyediakan supply.

Kalau dilihat dari sisi supply jumlah pengembangnya kurang banyak. Apalagi backlog yang mencapai 11,4 juta ditambah kebutuhan rumah 400.000 setiap tahunnya maka jumlah pengembang yang mencapai 5.000 sampai 6.000 masih kurang.

“Sehingga perlu diciptakan pengembang-pengembang baru khususnya dari generasi muda,” ungkapnya.

Dari prospek yang ada, lanjut dia, maka potensi untuk pengembangan wirausaha dibidang properti masih cukup besar.  Apalagi jumlah pengusaha baru 2,8 persen dari jumlah penduduk. “Sehingga perlu di dorong banyak anak muda untuk berminat menjadi pengusaha,” ucapnya.

Sejak 2016, Bank BTN sangat concern menciptakan wirausaha muda di sektor properti. Hal ini diawali dengan program Mini MBA in Property yang digelar oleh Housing Finance Center (HFC) Bank BTN dengan Sekolah Bisnis & Manajemen Institut Teknologi Bandung (SBM-ITB).

Menurut Mahelan dengan berbagai pelatihan yang telah dilakukan HFC, hingga akhir Desember  2018, HFC BTN telah mencetak 3.500 calon wirausaha muda di bidang properti. Sedangkan dari jumlah tersebut yang berhasil mendapatkan kredit dari Bank BTN sekitar 20%-30%.

“Target untuk tahun ini, kami bisa mencetak sekitar 1.000 calon developer (pengembang),” tegasnya. (Poy)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.