Kamis, 4 Juni 20

Ini Ungkapan Menarik dari Maulana Jalaluddin Rumi tentang Salat

Ini Ungkapan Menarik dari Maulana Jalaluddin Rumi tentang Salat
* Salat sebagai gerakan fisik memiliki permulaan dan akhir. (Foto: Imam F/Obsession News)

ADA ungkapan menarik dari Maulana Jalaluddin Rumi tentang salat. Salat sebagai gerakan fisik memiliki permulaan dan akhir. Takbir adalah permulaan salat. Dan salat adalah akhirnya.

 

Baca juga:

Salat di Masjid Uighur, Turis Malaysia Ditangkap Polisi China

Pemain Timnas Indonesia U-22 Salat Jumat di Mal Filipina

Ketum Parmusi: Salat Subuh Berjamaah adalah Cermin Kebangkitan Umat Islam

Kashmir Dikuasai India, Salat Jumat Diawasi Tentara

Salat Deddy Dikritik, Gus Miftah: Yang Islam Sejak Bayi Juga Banyak Tak Salat

 

Begitu juga syahadat. Syahadat bukanlah sekadar ucapan lisan. Ia pun memiliki permulaan dan akhir, juga memilii bentuk dan kemasan. Setiap kalimat yang diucapkan dengan huruf dan suara memiliki permulaan dan akhir. Serta memiliki bentuk dan kemasan.

Sementara ruh dari kalimat itu tidak dibatasi apapun dan tak tepermanai, tak punya awal dan akhir.

Nabi Muhammad menjelaskan perihal salat kepada kita. Nabi bersabda,”Aku memiliki waktu bersama Allah yang tak dapat disusupi oleh seorang nabi yang membawa pesan atau malaikat terdekat sekali pun.”

Jadi jelas, menurut Rumi, ruh salat bukan bentuk lahiriahnya saja. Ruh salat adalah ketenggelaman jiwa secara utuh dan ketakhadiran tubuh, meninggalkan seluruhnya bentuk lahiriah di luar. Tak tersisa ruang sedikit pun, bahkan untuk malaikat Jibril. (Hendrajit, Direktur Eksekutif Global Future Institute)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.