Sabtu, 21 Mei 22

Ini Terobosan Baru Paket Lelang di Kota Bandung

Ini Terobosan Baru Paket Lelang di Kota Bandung
* Ridwan Kamil.

Bandung, Obsessionnews – Pada acara lelang perdana tahun anggaran 2016 di Bandung Command Center, Walikota Bandung Ridwan Kamil mengatakan proses lelang gunakan terobosan baru.

Ia mengatakan melelang bisa dilakukan setelah KUA-PPAS di MoU kan.  Sehingga awal tahun 2016 sudah ada projek yang bisa dikerjakan.

“Kalau dulu harus nunggu APBD ketok palu baru diproses lelangnya. Ada yang lebih buruk, baru dilelang di September pas gagal lelangnya alesannya waktu udah mepet gak bisa diulang,” ujarnya Jumat sore (11/12).

Pemkot Bandung memulai 105 paket lelang dari 500-an paket yang akan dilelang. Semuanya akan dimulai di akhir tahun 2015.

“Jadi di 2016 bisa 100 persen, ada tradisi baru kalau di Bandung lelangnya di akhir tahun sebelumnya. Sehingga awal tahun bisa melakukan pembangunan,”ungkapnya.

Untuk SDM-nya Ridwan Kamil mengutarakan ada 17 pertugas lelang yang sekarang berada dalam satu unit kerja.

Sebelumnya di setiap Saruan Kerja Perangkat Daerah/SKPD ada petugas lelangnya masing-masing yang mengakibatkan berbedanya proses lelang.

“Sekarang dikumpulkan sehingga dalam satu unit kerja baru inilah reformasi birokrasi kita tidak banyak, gangguan yang datang ke dinas-dinas,” imbuhnya.

Kepala Unit Pelayanan Pengadaan (ULP) Kota Bandung Dedi Sopandi menjelaskan ke 105 paket lelang tersebut, menurutnya yang mengambil satu paket lelang terdiri dari RSKGM, RSUD dan Disyanjak.

Dinas Kesehatan 9 paket, BPPKB 3 paket, RSKIA 6 paket, Diskominfo 8 paket, Dinas Sosial 3 paket dan Dinas Perhubungan 7 paket.

Untuk DBMP, Dedi menuturkan ada 25 paket, yaitu penerangan jalan umum (PJU), 11 paket untuk pembuatan jalan trotoar dan saluran serta jasa konsultan pengawasan 5 paket.
“Ini sudah dilelangkan 105, berarti di awal tahun kita sudah bisa penyerapan anggaran untuk sebuah percepatan sebesar 20,1 persen,”jelasnya.

Untuk lelang ditahun kemarin menurutnya ada 16 paket yang gagal.

Dari jumlah tersebut ada dua paket yang berhasil dilelangkan kembali, sehingga totalnya 14 gagal lelang.

Dua yang berhasil dilelang kembali itu meliputi makan dan minum pasien RSUD dengan makan,minum asi balita dan PMT di Dinkes.

“Mayoritasnya karena waktu. Jadi pada saat dilelangkan kembali waktu tidak mencukupi. Makanya perceptan lelang ini menjadi solusi,”paparnya.

Ia berharap momen lelang perdana ini bisa menjadi momen untuk mengumumkan ke seluruh SKPD bahwa dibulan ini sudah melakukan proses lelang.

“Silakan pacu kepada SKPD untuk segera PIPPK-nya membuat hps dan lelang,”pungkasnya. (Dudy Supriyadi)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.