Kamis, 17 Oktober 19

Ini Sosok Hercules yang Ditangkap Polisi

Ini Sosok Hercules yang Ditangkap Polisi
* Hercules Rosario Marshal. (Foto: TEMPO)

Jakarta, Obsessionnews.com – Cukup lama tidak terdengar kabarnya, nama Hercules kini muncul kembali dan menjadi buah bibir masyarakat. Tokoh preman yang amat populer ini ditangkap polisi dan ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pendudukan lahan ruko milik PT Nila Alam di Kalideres, Jakarta Barat. Hercules ditangkap di rumahnya di Kembangan, Jakarta Barat.

“Kalau ditangkap, sudah tersangka. Pasalnya Pasal 170 terkait perusakan terhadap barang ataupun orang. Artinya, di sini juga kita ada lihat konstruksi pasal lain. Ada Pasal 335 tentang perbuatan yang tidak menyenangkan karena ada paksaan psikis terhadap orang-orang yang ada di sana,” ujar Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Hengki Haryadi saat dihubungi sebuah media online, Rabu (21/11/2018).

Hengki menjelaskan Hercules ditangkap di rumahnya tanpa perlawanan. Penangkapan tersebut dilakukan setelah polisi melakukan penyidikan kasus pendudukan lahan di Kalideres dengan menetapkan 23 orang preman.

Kasus itu terkait dengan penyerangan kompleks ruko di Kalideres, PT Nila, oleh 60 orang preman yang dipimpin langsung oleh Hercules.

Menurut Hengki, Hercules melakukan penyerangan, kemudian mengambil alih kantor pemasaran, dan menguasai lahan secara tidak sah. Ada juga beberapa ruko disewakan.

“Terhadap pemilik ruko juga dimintai uang setiap bulannya oleh kelompok Hercules ini,” ujar Hengki.

Bukan kali ini saja Hercules berurusan dengan polisi. Ia bahkan pernah keluar masuk penjara karena kasus pemerasan.

Hercules Rosario Marshal dilahirkan di Dili, Timor Timur. Sekitar tahun 1975 Hercules bertemu dengan Kolonel Gatot Purwanto. Ketika Gatot adalah anggota pasukan khusus yang pertama kali terjun di Timor Timur.

Keberadaan Hercules begitu dipercaya oleh tentara. Diangkat menjadi Tenaga Bantuan Operasi Komando Pasukan Khusus (Kopassus), Hercules bertugas menjaga gudang amunisi.

“Dia itu anak buah saya,” kata Gatot dalam artikel Jatuh-Bangun Jawara Tenabang, majalah Tempo, 21 November 2010.

Waktu mengirimkan logistik, kata Gatot, Hercules mengalami kecelakaan helikopter. Tangan kanannya putus dan harus menjalani operasi. Gatot lalu memboyong Hercules ke Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Subroto, Jakarta Pusat. Itulah awal Hercules merambah Ibu Kota.

Di Jakarta, Hercules tak langsung menjadi preman. Semula ia bergabung dengan Yayasan Tiara, pimpinan Siti Hardijanti Rukmana atau Tutut, putri mantan Presiden Soeharto. Di daerah Cijantung, Jakarta timur, Yayasan Tiara memberi Hercules keterampilan elektronik dan bengkel.

Pada 1987 Hercules masuk ke daerah Bongkaran di Tanah Abang. Sosok ini bisa dikatakan menciptakan kelompok preman baru, yang terdiri atas para pemuda asal Timor Timur. Sebelumnya preman di sana berasal dari Ambon, Flores, Betawi, Bugis, dan Jawa. Di Tanah Abang, kelompok Hercules berkuasa selama sekitar 10 tahun.

Pada 1996 Hercules terusir dari Tanah Abang. Ia tak mampu mempertahankan kekuasaannya di pasar terbesar se-Asia Tenggara itu. Kelompoknya dikalahkan dalam pertikaian dengan kelompok Betawi pimpinan Bang Ucu Kambing, yang waktu itu berumur 64 tahun.

Suatu ketika ada yang menanyakan apakah Hercules kebal peluru? Hercules menjawab,”Kita tidak kebal peluru. Kita selalu selamat karena berbuat amal, membantu anak yatim piatu. Doa mereka yang selalu membuat saya selamat.

Tahun 2010 Hercules menjadi seorang mualaf. Ia memeluk agama Islam. “Dulu saya keluar masuk penjara karena kebodohan saya membela kemaksiatan. sekarang saya lebih siap keluar masuk penjara membela agama saya (Islam), bahkan mati sekalipun saya siap, karena itu lebih baik di mata Allah.” (red/arh)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.