Sabtu, 4 Desember 21

Ini Sepak Terjang Budi Waseso yang Berani dalam Penegakan Hukum

Ini Sepak Terjang Budi Waseso yang Berani dalam Penegakan Hukum
* Budi Waseso.

Nama Komjen Pol Budi Waseso sangat santer di lingkaran Kepolisian Republik Indonesia (Polri). Betapa tidak, sejak menjabat Kepala Badan Reserse Kriminal Mabes Polri, ia sudah memperlihatkan kiprah yang luar biasa. Begitu juga ketika duduk sebagai Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN), ia membuktikan dirinya sebagai sosok profesional yang memberi pengaruh besar pada tugas-tugasnya..

Pria yang akrab disapa Buwas ini memang telah memperlihatkan kinerja yang luar biasa. Bahkan banyak kalangan menilai sepak terjangnya sangat ‘berani’, baik sebagai Kepala Bareskrim maupun sebagai Kepala BNN.

Buwas menyandang posisi Kabareskrim sejak 19 Januari 2015 menggantikan Komjen Pol Suhardi Alius. Sebelum menduduki posisi Kabareskrim Polri, Buwas menjabat sebagai Kepala Sekolah Staf dan Pimpinan Tinggi Polri. Tak lama setelahnya, pada Februari 2015, dia naik pangkat menjadi komisaris jenderal polisi alias jenderal bintang tiga.

Pada 2009, Buwas menjabat sebagai Kepala Bidang Propram Polda Jateng. Setahun kemudian, dirinya ditarik ke Mabes Polri untuk menempati posisi Kepala Pusat Pengamanan Internal Mabes Polri.

Ia juga sempat menjadi Kapolda Gorontalo dengan pangkat Brigjen, sebelum naik pangkat menjadi Irjen setelah ditarik ke Mabes Polri dan mengisi posisi Widyaiswara Utama Sespim Polri lantas Kasespim Polri pada 2013.

Tak jarang ia turun langsung menangani sejumlah kasus yang ditangani lembaga pimpinannya. Selama menjabat Kepala Bareskrim, tercatat sejumlah kasus korupsi yang terbilang kasus besar. Seperti diakui sendiri oleh Buwas.  Konon ada kasus yang terbilang besar karena jumlahnya bernilai triliunan rupiah yang  merupakan kasus dugaan korupsi dan tindak pidana pencucian uang. Hanya saja, jenderal bintang tiga  itu enggan membeberkan secara gamblang kasus-kasus tersebut.

“Selama kita berpegang pada aturannya, penegakan hukum itu kan kita harus berani karena jujur, berani karena bersih, dan harus adil. Jadi tidak usah takut atau risau atas ancaman ataupun intervensi dalam proses (penegakan hukum) tersebut,” begitu ia pernah mengemukakan.

Karena ketegasan, keberanian dan profesionalismenya sebagai perwira, tak heran jika di musim pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) khususnya DKI Jakarta, nama Buwas masuk dalam radar sejumlah partai politik.

Sementara di BNN, selama dikepalai oleh Buwas, lembaga itu telah mengungkap 1.015 kasus narkotika dari 72 jaringan sindikat selama periode 2015 hingga Juni 2016.

Seluruh kasus tersebut menjerat 1.681 orang tersangka yang terdiri dari warga negara Indonesia maupun Warga Negara Asing (WNA).

BNN juga mengungkap tindak pidana pencucian uang yang berasal dari kejahatan narkotika dengan nilai aset yang disita sebesar Rp142 miliar lebih.

Sedangkan alat bukti yang disita dalam satu setengah tahun terakhir antara lain 2,8 ton sabu, 707.864 butir pil ekstasi, 4,1 ton ganja kering dan lahan ganja seluas 69 hektare.

Hasil pengungkapan kasus tersebut dimaksudkan sebagai pengurangan pasokan narkotika di seluruh Tanah Air.

Sementara dalam upaya mengurangi jumlah pengguna narkoba, permintaan BNN melalui lembaga rehabilitasi pemerintah dan masyarakat telah merehabilitasi 42.429 pecandu narkoba sepanjang periode 2015 hingga Juni 2016.

Sebanyak 2.500 pecandu dari jumlah keseluruhan direhabilitasi di balai besar rehabilitasi BNN di Lido Bogor, Baddoka Makasar, Tanah Merah Samarinda, dan Batam Kepulauan Riau.

Kemudian dalam rangka deteksi dini terhadap penyalahgunaan narkotika di lingkungan pendidikan dan lingkungan kerja, sejak tahun 2015 sampai dengan Juni 2016 BNN, telah melakukan tes urine terhadap 186.533 orang.

Dari jumlah tersebut teridentifikasi positif pengguna narkotika sebanyak 1.175 orang atau 0,63 persen.

Di samping itu, BNN juga melakukan langkah pemberdayaan alternatif dengan melatih 705 warga di kawasan rawan narkotika dengan beragam keterampilan life skill.

BNN juga telah membentuk satgas anti narkoba di seluruh daerah di Indonesia dengan total 19.854 orang yang terdiri dari pelajar, mahasiswa, swasta, instansi pemerintah, dan masyarakat.

Berbagai prestasinya itu membuat Buwas terpilih sebagai salah seorang dari 71 Tokoh Berpengaruh 2016 versi Majalah Men’s Obsession edisi  Agustus 2016.(Purnomo)

 

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.