Minggu, 26 Juni 22

Ini Sejarah Ballon d’Or

Ini Sejarah Ballon d’Or
* Pesepak bola asal Kroasia, Luka Modric, meraih penghargaan Ballon d'Or 2018 yang digelar di Grand Palais, Paris, Perancis, Senin (3/11/2018) atau Selasa dini hari WIB. (Foto: Twitter @malakaf33)

Semula wartawan hanya bisa memilih pemain asal Eropa di klub-klub Eropa, yang berarti bahwa pemain seperti Diego Maradona (yang bermain di klub sepak bola Eropa, tetapi bukan berasal dari Eropa) dan Pele (yang tidak bermain untuk klub Eropa juga tidak dari Eropa) tidak memenuhi syarat untuk diberi penghargaan.

Perubahan aturan pada tahun 1995 memungkinkan pemain non-Eropa memenuhi persyaratan untuk mendapatkan penghargaan jika mereka bermain untuk klub Eropa. Pemain non-Eropa pertama yang memenangkan penghargaan ini setelah perubahan peraturan adalah pemain AC Milan George Weah pada tahun yang sama.

Pada 2007 setiap pemain di dunia menjadi layak untuk dipilih dan terpilih, dan wartawan yang diizinkan untuk memilih juga meningkat. 96 wartawan dari seluruh dunia memilih lima pemain mereka, yang bertentangan dengan 52 jurnalis yang berbasis di Eropa pada tahun 2006.

Tiga pemain telah memenangkan penghargaan ini tiga kali, yakni Johan CruyffMichel Platini, dan Marco van Basten. Platini adalah satu-satunya pemain yang memenangkan penghargaan tiga kali berturut-turut, ketika ia memenangkan penghargaan dari tahun 1983 hingga 1985.

Ronaldo menjadi pemain Brasil pertama yang memenangkan penghargaan pada tahun 1997, setelah pemain non-Eropa memenuhi syarat.

Dengan masing-masing tujuh penghargaan, pemain asal Belanda dan Jerman memenangkan Ballon d’Or yang paling banyak. Klub

 

Baca juga:

James-Modric Turun Lawan PSG

Madrid Tanpa Benzema- Bale- Modric

Inilah Rahasia Kroasia Kalahkan Spanyol 3-2

Pages: 1 2 3

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.