Minggu, 26 September 21

Ini Rahasia Sumber Dana ‘Teman Ahok’

Ini Rahasia Sumber Dana ‘Teman Ahok’
* Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok. (Foto: Edwin Budiarso/Obsessionnews.com)

Jakarta, Obessionnews – Berbicara tentang Ahok, panggilan akrab Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, rasanya kurang afdol kalau tidak menyinggung tentang para pendukungnya yang tergabung dalam komunitas ‘Teman Ahok’. (Baca: Wow, KTP Untuk Ahok Libas 9 Partai)

Para relawan inilah yang menjadi motor utama mengumpulkan sejuta fotokopi kartu tanda penduduk (KTP) sebagai syarat Ahok akan maju sebagai calon gubernur (cagub) dalam Pilkada DKI 2017 mendatang lewat jalur independen atau perseorangan. (Baca: Hebat! Sebentar Lagi Ahok Bakal Gilas Semua Parpol)

Manuver yang dilakukan ‘Teman Ahok’ dalam menghimpun KTP sungguh fenomenal dan tercatat dengan tinta emas dalam sejarah perpolitikan di tanah air. Bergerilya sejak Juni 2015 ‘Teman Ahok’ telah berhasil memperoleh 445.012 KTP hingga Jumat (27/11/2015). Dan hebatnya KTP untuk Ahok tersebut mengalahkan perolehan suara sembilan partai politik (parpol) peserta Pemilu Legislatif 2014 di DKI. (Baca: Tiga Kesalahan Ahok Dalam Kasus RS Sumber Waras)

Secara meyakinkan Ahok menaklukkan PKS (424.400 suara), Golkar (376.221 suara), Partai Demokrat (360.929 suara), Hanura (357.006 suara), PKB (260.159 suara), Nasdem (206.117 suara), PAN (172.784 suara), PBB (60.759 suara), dan PKPI (42.217 suara). (Baca: Pendukung Yakin 100% Ahok Tidak Akan Jadi Tersangka)

Kini tinggal tiga partai yang suaranya masih di atas KTP untuk Ahok, yakni PPP (452.224 suara), Partai Gerindra (592.472 suara), dan PDI-P (1.231.843 suara). (Baca: Ahok Bakal Lolos dari Jeratan Status Tersangka)

‘Teman Ahok’ menargetkan akhir November ini menyalip PPP. Target berikutnya melibas Gerindra pada Januari 2016. Pada Juli 2016 ditargetkan terkumpul sejuta KTP. Tampaknya perolehan KTP pada Juni 2016 bakal melebihi target, karena begitu tingginya animo masyarakat yang mendukung Ahok. Dan kemungkinan besar KTP untuk Ahok melewati perolehan suara PDI-P. (Baca: Borgol Ahok Jadi ‘Trending Topic’ di Twitter)

Sumber Dana
Banyak warga yang menduga dan bahkan menuding ‘Teman Ahok’ memiliki dana besar yang berasal dari Ahok. Tanpa dana yang berlimpah tidak mungkin dapat mengumpulkkan KTP dalam jumlah cukup besar. Orang-orang yang menyerahkan KTP pastilah mendapat uang, demikian tudingan yang ramai di media sosial (medsos). (Baca: Ahok Masih Dibutuhkan Pimpin DKI Jakarta)

‘Teman Ahok’ menganggap angin lalu suara-suara minor tersebut. Lalu, benarkah tudingan tersebut?

Singgih Widiyastono, salah seorang pendiri ‘Teman Ahok’, membuka rahasia sumber dana untuk membiayai gerakan pengumpulan KTP. Dia mengungkapkan Ahok sama sekali tidak pernah mengucurkan dana untuk ‘Teman Ahok’. Singgih dan kawan-kawan tidak pernah mengajukan proposal kepada Ahok. (Baca: Sahabat-sahabat Adhyaksa, Belajarlah pada ‘Teman Ahok’)

“Demi Allah, Ahok nggak pernah ngasih duit atau fasilitas apapun. Kami sendiri nggak pernah minta duit ke dia untuk membiayai gerakan ini,” kata Singgih ketika ditemui Obsessionnews.com di markas ‘Teman Ahok’, Graha Pejaten, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu.

Sebagian besar ‘Teman Ahok’ merupakan relawan pendukung Joko Widodo (Jokowi)-Ahok dalam Pilkada DKI 2012. Perjuangan mereka berbuah manis karena berhasl mengantarkan Jokowi dan Ahok menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur periode 2012-2017.

Namun, di tengah jalan Jokowi maju dalam Pilpres 2014, dan memenangkan perhelatan akbar tersebut. Ahok lalu naik kelas dari Wakil Gubernur menjadi Gubernur. Ahok dilantik menjadi Gubernur DKI oleh Presiden Jokowi di Istana Negara, 19 November 2014.

Ahok memutuskan akan maju dalam Pilkada DKI 2017 lewat jalur indepeden setelah keluar dari Gerindra. Untuk bisa mendapat tiket mengikuti Plkada persyaratan yang harus dipenuhinya adalah mendapat dukungan sejuta KTP.

Para pendukung setianya kemudian membentuk komunitas ‘Teman Ahok’ dan bergerak mengumpulkkan KTP. Sejak Juni 2015 ‘Teman Ahok’ mengampanyekan pengumpulan KTP lewat medsos dan video.

Selanjutnya secara bertahap mereka mendirikan posko ‘Teman Ahok’ di beberapa kelurahan dan mal. Semua biaya operasional itu berasal dari kantong mereka sendiri.

Awalnya para relawan berkomunikasi di dunia maya, lalu dilanjutkan pertemuan di beberapa kafe. Meskipun belum memiliki kantor, mereka tetap bersemangat mengumpulkan KTP.

Kegigihan ‘Teman Ahok’ menarik simpati seorang pengagum Ahok. Orang itu kemudian meminjamkan sebuah rumahnya di Graha Pejaten untuk markas ‘Teman Ahok’ pada 15 Juli 2015. Gratis.

Mengingat kegiatan mengumpulkan KTP memerlukan dana besar, ‘Teman Ahok’ lalu berjualan merchandise berupa gelang, gantungan kunci, dan kaos yang bertuliskan ‘KTP Gue Udah Buat Ahok’, dan ‘Satu Juta KTP Untuk Ahok’. Adapun modal berjualan merchandise di ‘Toko Ahok’ itu adalah modal kepercayaan.

“Kami tidak punya modal.Beruntung ada pengusaha kaos yang percaya kepada kami. Kami boleh mengambil berapapun jumlah kaos dan merchandes. Pembayarannya dilakukan setelah barang-barang itu laku. Dan kami bersyukur banyak yang memesan kaos secara online,” kata Singgih dengan penuh semangat.

Singgih menegaskan, ‘Teman Ahok’ tidak mau menerima sumbangan uang tunai dari siapapun. “Silakan berbelanja kaos dan lain-lain di ‘Toko Ahok’. Semua keuntungan dari penjualan barang-barang itu dipergunakan untuk kegiatan mengumpukan KTP dan menggaji beberapa relawan yang menginput data. (arh)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.