Selasa, 18 Juni 19

Ini Rahasia Langsing Wanita Jepang

Ini Rahasia Langsing Wanita Jepang
* Wanita  Jepang. (Sumber foto: depositphotos.com)

Jakarta, Obsessionnews.com – Pernahkah Anda ingin mengetahui mengapa wanita Jepang jauh lebih sehat dan langsing daripada orang Indonesia? Mereka bukan menghabiskan berjam-jam di pusat kebugaran atau berlari di treadmill. Kesehatan orang Jepang tidak dapat dikaitkan dengan kepatuhan pada suatu program atau diet khusus, melainkan gaya hidup dan tentunya kebiasaan makan. Orang Jepang juga memiliki tingkat obesitas terendah hanya 3,3%, termasuk usia harapan hidup yang panjang.

Ini beberapa rahasia langsing wanita Jepang:

Makan dengan Sumpit

Memperlambat kecepatan makan akan membuat otak dapat memberi sinyal ketika sudah merasa kenyang. Orang Jepang merasa lebih mudah peka terhadap rasa kenyang, karena penggunaan sumpit merupakan cara makan yang lebih memakan waktu.

Memperlambat kecepatan makan akan membuat otak dapat memberi sinyal ketika sudah merasa kenyang

Less is More

Karena cara menyajikannya dengan tiga atau empat hidangan, sajian Jepang terkesan lebih banyak. Padahal, minimal salah satu hidangannya adalah sup isi rendah kalori. Satu set sushi mengandung sekitar 300 kalori. Sedangkan rata-rata hidangan Barat bisa 600 kalori bahkan lebih. Ukuran penyajiannya justru jauh lebih besar daripada di Jepang, sering kali kuantitas yang dijual dalam budaya mainstream bukan kualitas. Tetapi di Jepang kualitas dan kenikmatan lebih penting, sehingga porsinya umumnya lebih kecil.

Bumbu Rahasia

Sushi kerap disebut sebagai vinegared rice. Cuka, acar, maupun makanan berbasis asam asetat yang ada di banyak makanan Jepang memiliki efek pada cara mencerna lemak. Peneliti Jepang baru-baru ini menemukan bahwa asam asetat dapat membantu
proses pembakaran lemak.

Makan Besar di Awal Hari

Sarapan masyarakat negeri Sakura umumnya sup miso, nasi, telur dadar, dan salmon panggang di pagi hari. Mereka cenderung tidak mengemil setelah jam empat sore dan makan malam lebih awal berfokus pada menu ikan dan sayuran. Makanan penutup maupun snack seperti cokelat dan kue di sana rasanya juga tak semanis makanan Barat. Mereka tidak memiliki selera gula tinggi dan menikmati semua rasa. Makanan yang bahkan tidak dianggap sebagai dessert di Barat, seperti tahu yang diberi rasa manis dan kacang merah merupakan suguhan lezat di Jepang.

Teh Bebas Kalori

Orang Jepang banyak minum teh hijau seharihari. Tanpa gula, berarti tidak mengandung kalori. Minuman manis berkarbonasi di sana tidak sepopuler teh dengan manfaat kesehatan yang tak terhitung banyaknya tersebut. Tidak ada mesin slushie atau isi ulang coke di minimarket. Bahkan, banyak restoran tempat orang-orang makan siang tidak memiliki menu minuman, hanya menyediakan air putih atau teh gratis.

Cantik dari Kolagen

Apakah Anda memperhatikan kolagen cair sachet yang dijual di konter kecantikan di Jepang. Warga sana sering membuat sup kolagen yang dipercaya usai diminum membuat kulit terlihat lebih kencang. Jurnal Pengobatan Jepang menemukan bahwa minuman yang mengandung 10g kolagen menghasilkan 50% tambahan efektivitas melawan kerut dan penuaan.

Walk and Walk

Orang Jepang tidak punya waktu untuk olahraga yang direncanakan terstruktur di gym, sehingga mereka memasukkannya ke aktivitas harian. Biasanya ini terjadi kebetulan karena aktivitas bolak-balik ke tempat kerja atau sekolah dengan berjalan kaki, sepeda atau kereta adalah hal biasa. Termasuk juga melakukan hal kecil, seperti berbelanja ke toko lebih sering daripada dilakukan mingguan atau bulanan, sehingga banyak berjalan kaki dan membakar kalori. (Indah Kurniasih)

 

 

 

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.