Senin, 26 Oktober 20

Ini Pidato Bung Tomo yang Bakar Semangat Arek-arek Surabaya

Ini Pidato Bung Tomo yang Bakar Semangat Arek-arek Surabaya
* Bung Tomo.

Jakarta, Obsessionnews.com – Hari ini Sabtu (10/11/2018) bangsa Indonesia memperingati Hari Pahlawan. Peringatan Hari Pahlawan berawal dari pertempuran arek-arek Surabaya melawan Sekutu pada 10 November 1945, atau tiga bulan setelah Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya pada 17 Agustus 1945.

 

Baca juga:

25 Contoh Ucapan Hari Pahlawan yang Cocok untuk Media Sosial

Hari Pahlawan, Jokowi Berikan Gelar Pahlawan Nasional Kepada Enam Tokoh

Uniknya Peringatan Hari Pahlawan di SMKN 8 Jember

Selamat Hari Pahlawan!

 

Belanda yang berada di kubu pasukan Sekutu pimpinan Inggris ingin menjajah Indonesia kembali. Arek-arek Surabaya melakukan perlawanan hingga titik darah penghabisan.

Berbicara tentang pertempuran Surabaya tak bisa dipisahkan dari sosok Bung Tomo yang membakar semangat arek-arek Surabaya lewat radio.

‘Merdeka atau Mati!” adalah teriakan heroik Bung Tomo saat itu.

Berikut ini disajikan teks pidato Bung Tomo saat membakar semangat para pejuang dalam pertempuran Surabaya. Diharapkan teks pidatonya ini mampu menularkan semangat kemerdekaan saat peringatan Hari Pahlawan. Apalagi di dalamnya ada pekik Allahu Akbar! 

Bismillahirrahmanirrahim
Merdeka!!!

Saoedara-saoedara ra’jat djelata di seloeroeh Indonesia,
teroetama, saoedara-saoedara pendoedoek kota Soerabaja
Kita semoeanja telah mengetahoei bahwa hari ini tentara Inggris telah menjebarkan pamflet-pamflet jang memberikan soeatoe antjaman kepada kita semoea.
Kita diwadjibkan oentoek dalam waktoe jang mereka tentoekan, menjerahkan sendjata-sendjata jang kita reboet dari tentara djepang.

Mereka telah minta supaja kita datang pada mereka itoe dengan mengangkat tangan.
Mereka telah minta supaja kita semoea datang kepada mereka itoe dengan membawa bendera poetih tanda menjerah kepada mereka.

Saoedara-saoedara,
didalam pertempoeran-pertempoeran jang lampaoe, kita sekalian telah menundjukkan bahwa
ra’jat Indonesia di Soerabaja
pemoeda-pemoeda jang berasal dari Maloekoe,
pemoeda-pemoeda jang berasal dari Soelawesi,
pemoeda-pemoeda jang berasal dari Poelaoe Bali,
pemoeda-pemoeda jang berasal dari Kalimantan,
pemoeda-pemoeda dari seloeroeh Soematera,
pemoeda Atjeh, pemoeda Tapanoeli & seloeroeh pemoeda Indonesia jang ada di Soerabaja ini,

didalam pasoekan-pasoekan mereka masing-masing dengan pasoekan-pasoekan ra’jat jang dibentuk di kampoeng-kampoeng,
telah menoenjoekkan satoe pertahanan jang tidak bisa didjebol,
telah menoenjoekkan satoe kekoeatan sehingga mereka itoe terdjepit di mana-mana

Hanja karena taktik jang litjik daripada mereka itoe, saoedara-saoedara
Dengan mendatangkan presiden & pemimpin-pemimpin lainnja ke Soerabaja ini, maka kita toendoek oentoek menghentikan pertempoeran.
Tetapi pada masa itoe mereka telah memperkoeat diri, dan setelah koeat sekarang inilah keadaannja.

Saoedara-saoedara, kita semuanja, kita bangsa Indonesia jang ada di Soerabaja ini akan menerima tantangan tentara Inggris ini.
Dan kalaoe pimpinan tentara Inggris jang ada di Soerabaja ingin mendengarkan djawaban ra’jat Indonesia,
ingin mendengarkan djawaban seloeroeh pemoeda Indonesia jang ada di Soerabaja ini
Dengarkanlah ini hai tentara Inggris,
ini djawaban ra’jat Soerabaja
ini djawaban pemoeda Indonesia kepada kaoe sekalian

Hai tentara Inggris!,
kaoe menghendaki bahwa kita ini akan membawa bendera poetih takloek kepadamoe,
menjuruh kita mengangkat tangan datang kepadamoe,
kaoe menjoeroeh kita membawa sendjata-sendjata jang kita rampas dari djepang oentoek diserahkan kepadamoe

Toentoetan itoe walaoepoen kita tahoe bahwa kaoe sekalian akan mengantjam kita oentoek menggempoer kita dengan seloeroeh kekoeatan jang ada,
Tetapi inilah djawaban kita:
Selama banteng-banteng Indonesia masih mempoenjai darah merah jang dapat membikin setjarik kain poetih mendjadi merah & putih,
maka selama itoe tidak akan kita maoe menjerah kepada siapapoen djuga!

Saoedara-saoedara ra’jat Soerabaja,
siaplah keadaan genting
tetapi saja peringatkan sekali lagi, djangan moelai menembak,
baroe kalaoe kita ditembak, maka kita akan ganti menjerang mereka itu.

Kita toendjoekkan bahwa kita adalah benar-benar orang jang ingin merdeka.
Dan oentoek kita, saoedara-saoedara, lebih baik kita hantjur leboer daripada tidak merdeka.
Sembojan kita tetap: MERDEKA atau MATI.

Dan kita jakin, saoedara-saoedara,
pada akhirnja pastilah kemenangan akan djatuh ke tangan kita
sebab Allah selaloe berada di pihak jang benar
pertjajalah saoedara-saoedara,
Toehan akan melindungi kita sekalian

Allahu Akbar..! Allahu Akbar..! Allahu Akbar…!
MERDEKA!!!

Berita tentang Hari Pahlawan menjadi trending topic di mesin pencari Google. Pantauan obsessionnews.com di Google Trends wilayah Indonesia pada Sabtu (10/11/2018) pukul 9.12 WIB berita tersebut ditelusuri lebih dari 200.000 kali. (arh)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.