Jumat, 22 Oktober 21

Ini Persyaratan Registrasi Pabrik Eksportir ke Mesir

Ini Persyaratan Registrasi Pabrik Eksportir ke Mesir
* Iman Pambagyo.

Jakarta, Obsessionnews -Terjadinya fenomena undervalue invoice atau murahnya harga impor membuat Direktorat Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional Kementerian Perdagangan  menurunkan aturan registrasi perusahaan eksportir ke Mesir, ini persyaratannya.

“Berkas yang perlu disiapkan pabrik eksportir adalah salinan Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) dan Tanda Daftar Perusahaan (TDP), daftar nama produk dan surat keterangan merek dagang, serta merek dagang yang melekat pada produk dan produk yang diproduksi di bawah lisensi pemilik merek dagang tertentu,” papar Dirjen Perundingan Perdagangan International Iman Pambagyo, Rabu (16/3/2016).

Ia menuturkan, berkas yang perlu disiapkan perusahaan pemilik merek dagang adalah sertifikasi yang menunjukkan registrasi merek dagang dan produk yang diproduksi di bawah merek dagang tersebut, serta sertifikasi dari perusahaan pemilik merek dagang yang menerangkan pusatpusat distribusi untuk produk merek dagang tersebut.

Pemohon registrasi juga perlu menyertakan sertifikat sistem kendali mutu yang diterbitkan International Laboratory Accreditation Cooperation (ILAC), International Accreditation Forum (IAF), atau sertifikasi yang dikeluarkan Pemerintah Mesir atau pemerintah negara asing dengan mendapatkan ratifikasi dari Kementerian Perdagangan Luar Negeri Mesir.

Selain itu biaya yang harus disiapkan oleh perusahaan dalam melakukan registrasi ialah USD 50 atau EGP 300 untuk Government Fee. Jika registrasi diwakilkan kepada badan hukum (law firm), maka dikenakan USD 1000 atau Euro 1000 atau EGP 10,000 untuk Success Fee. Informasi terkait peraturan ini berada di bawah koordinasi Badan Pengawasan Ekspor Impor Kementerian Perdagangan Mesir (General Organization for Export & Import Control). Untuk informasi lebih lanjut mengenai registrasi tersebut, pihak eksportir dapat mengakses melalui www.goeic.gov.eg.

Mesir menempati urutan ke-2 sebagai tujuan ekspor nonmigas Indonesia ke benua Afrika dengan produk ekspor utama Indonesia ke Mesir antara lain palm oil and its fractions; yarn (other than sewing thread); coffee; new pneumatic tyres of rubber; paper and paperboard; refrigerators; dan coconut (copra);

Sedangkan impor utama Indonesia dari Mesir antara lain mineral or chemical fertilisers; natural calcium phosphates; molasses; dates; citrus fruit; potatoes; dan tube or pipe fittings. (Aprilia Rahapit)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.