Rabu, 17 Agustus 22

Ini Persyaratan Posisi Dirut PLN yang Ideal

Ini Persyaratan Posisi Dirut PLN yang Ideal
* Direktur Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Enny Sri Hartati. (Foto: WA Enny Sri Hartati)

Jakarta, Obsessionnews.comBelum lama ini Plt Direktur Utama PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Sripeni Inten Cahyani menjadi sorotan publik terkait padamnya listrik di pulau Jawa pada Minggu (4/8/2019). Sripeni dinilai tidak pas menduduki posisi Plt Dirut PLN, sementara kursi Dirut PLN masih kosong.

 

Baca juga:

Dirut PLN yang Baru Harus Paham Manajerial dan Energi

Fahira Desak Komunikasi Krisis PLN Harus Diperbaiki

Pengamat: Dirut PLN Harus Paham Masalah Listrik

 

Lalu apa sih yang menjadi persyaratan ideal untuk menjadi seorang Dirut PLN? Berikut pandangan dari Direktur Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Enny Sri Hartati soal posisi Dirut PLN yang ideal.

Enny mengatakan, syarat umum secara general untuk menjadi seorang Dirut PLN tentu dilihat dari kebijakan publik yang paling utama, yakni orang yang mempunyai karakter, amanah, integritas, dan professional.

“Artinya menguasai betul bidangnya. Yang pasti harus mempunyai integritas dan professional itu sudah menjadi persyaratan yang mutlak,” ujar Enny kepada obsessionnews.com, Kamis (8/8).

Menurut dia, PLN ini merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang sangat vital dan sangat strategis. Karena itu dibutuhkan tambahan yang lebih khusus lagi untuk menjadi seorang Dirut PLN. Lebih khususnya apa? Lebih khususnya seorang leader (pemimpin) yang terpenting mempunyai sosok seorang leadership atau punya jiwa kepemimpinan yang professional.

“Tapi, untuk beberapa sektor seperti PLN itu kan mempunyai ke khususan, sektor yang ditangani itu benar-benar sangat teknis,” kata wanita kelahiran Karanganyar, Jawa Tengah, 27 Juli 1971 itu.

Misalnya, lanjut Enny, teknis di pembangkit, transmisi, apalagi yang lebih teknis lagi. Menurutnya, untuk BUMN yang sangat teknis itu, sebaiknya memang leadernya atau dirutnya itu tidak hanya sekedar orang yang mampu mempunyai leadership saja.

“Tetapi juga paham betul untuk urusan-urusan teknis kelistrikan,” ungkap mantan Staf ahli Komisi X DPR RI periode 2007-2010 ini.

Hal itu juga yang beberapa kali disuarakan oleh serikat pekerja dan juga masyarakat. Misalnya, ketika ada persoalan seperti kemarin (listrik padam –red). Dalam hal ini direksi tentu harus melakukan infestigasi, melakukan audit, sehingga dia tahu betul persoalan teknisnya.

“Minimal persoalan dasar teknis itu harus tahu, sehingga akan sangat objektif dalam mengambil setiap kebijakan,” jelasnya.

Ketika disinggung soal kursi Dirut PLN kosong yang ada hanya Plt Dirut PLN, dia tak banyak bicara.

Enny mengatakan, PLN itu sudah berumur dari republik ini ada, artinya regenerasi di PLN ini kan sudah berlangsung puluhan tahun, jadi jumlahnya itu tidak hanya puluhan, tapi ribuan. Sehingga satu di antara mereka, dapat dipersiapkan di level pimpinan PLN.

“Korporasi yang baik itu mempunyai pengembangan talen. Semestinya korporasi sebesar PLN mestinya ada,” tuturnya.

Menurut wanita berdarah Jawa Tengah ini, kalau mekanisme itu dilakukan dengan formulasi tepat, artinya dari awal melakukan rekuitmen, pengembangan SDM dan sebagainya, juga mempersiapkan talen-talen dalam posisi strategis di PLN, itu pasti tidak akan mengalami kesulitan untuk mendapatkan pimpinan PLN. (Poy)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.