Sabtu, 23 November 19

Ini Perbedaan Masalah Kesehatan Jiwa dengan Gangguan Kesehatan Jiwa

Ini Perbedaan Masalah Kesehatan Jiwa dengan Gangguan Kesehatan Jiwa
* Ilustrasi penderita gangguan jiwa. (Foto: Hello Kesehatan)

Jakarta, Obsessionnews.com – Sering kali orang mengartikan masalah kesehatan jiwa dengan gangguan kesehatan jiwa itu punya arti sama. Padahal keduanya punya makna yang berbeda. Hal ini disampaikan oleh dokter spesialis kesehatan jiwa, Yaniar Mulyantii dalam acara diskusi dalam kegiatan “Hari Kesehatan Jiwa Sedunia.”

“Permasalahan kesehatan jiwa di Indonesia masih menjadi tantangan tersendiri,” ujar Yaniar di Aula RSUD Pasar Minggu, Jakarta Selatan pada Sabtu (12/10/2019).

Dia mengatakan tidak semua persoalan terkait kesehatan jiwa atau kesehatan mental tergolong dalam gangguan kesehatan jiwa. Yaniar menjelaskan masalah kesehatan jiwa umum terjadi dan bisa saja dialami oleh semua orang, tipenya pun bermacam-macam.

“Masalah kesehatan jiwa itu bisa ringan sampai berat hingga mengalami gangguan kesehatan jiwa,” kata Yaniar.

Menurut Yaniar, masalah kesehatan jiwa ialah jika masalah itu belum pada tahap mengganggu aktivitas dan fungsi seseorang sebagai manusia untuk menjalani keseharinnya.

Sedangkan gangguan kesehatan jiwa, terjadi jika permasalahan yang dihadapi sampai di tahap mengganggu aktivitas dan fungsi seseorang dalam menjalankan perannya sebagai manusia dengan adanya gangguan mental.

“Masalah-masalah kesehatan mental, jika dideteksi sejak awal dan ditangani dengan baik belum tentu akan menjadi gangguan,” ujarnya.

Yaniar mengingatkan masalah kesehatan bisa saja dialami siapapun. Hal ini umumnya ditandai dengan rasa cemas yang mulai dirasakan. Merasa overwhelmed, burnout, atau kerap berpikir negatif bisa menjadi salah satu titik awal masalah kesehatan kejiwaan. “Gak ada salahnya untuk konsultasi,” kata Yaniar.

“Jika lingkungan pertemanan, keluarga, dan support system masih dapat dipercaya membantu mengatasi kecemasan tersebut, hal itu dapat menjadi prioritas untuk dilakukan,” ujarnya.

“Tapi saat merasa sudah mengalami gangguan, jangan enggan ataupun merasa malu meminta pertolongan kepada tenaga yang ahli di bidangnya,” tambah Yaniar. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.