Minggu, 5 Februari 23

Ini Peran UMKM dan BUMN dalam Mendorong Pertumbuhan Ekonomi di Indonesia

Ini Peran UMKM dan BUMN dalam Mendorong Pertumbuhan Ekonomi di Indonesia
* Acara sosialisasi BUMN yang bertemakan 'Peran Kemitraan UMKM BUMN untuk Mendorong Pertumbuhan Ekonomi' ini digelar di Amoz Cozy Hotel, Blok M Melawai, Jakarta Selatan, Selasa(13/12/2022). (Foto: Istimewa)

Obsessionnews.com – Usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) BUMN melakukan kegiatan sosialisasi bagi pelaku UMKM. Acara sosialisasi BUMN yang bertemakan ‘Peran Kemitraan UMKM BUMN untuk Mendorong Pertumbuhan Ekonomi’ ini digelar di Amoz Cozy Hotel, Blok M Melawai, Jakarta Selatan, Selasa(13/12/2022).

Acara ini terselenggara atas kolaborasi anggota DPR RI Komisi VI dengan perusahaan BUMN, yakni PT Adhi Karya, (Persero), Tbk dan PT Wijaya Karya, (Persero), Tbk.

Dalam kesempatan itu, hadir juga anggota Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia (RI) dari Fraksi Partai Demokrat Melani Leimena Suharli sebagai narasumber di acara tersebut.

Dalam keterangan tertulisnya yang diterima obsessionnews.com, Rabu (14/12), perempuan yang akrab disapa Melani ini mengucapkan rasa syukur kepada Allah SWT yang telah memberikan kesehatan dan kesempatan kepada dirinya, sehingga bisa bersama-sama hadir pada acara yang sangat penting dan penuh makna ini.

“Saya mengucapkan terimakasih kepada Kementerian BUMN PT Adhi Karya, (Persero), Tbk dan PT Wijaya Karya, (Persero), Tbk yang telah memfasilitasi dan memberikan kesempatan kepada konstituen saya mengenal lebih jauh tentang peran BUMN untuk UMKM,” ujarnya.

Dia menambahkan, semoga sosialisasi ini bisa memberikan pengetahuan dan wawasan baru bagi para peserta yang terdiri dari perwakilan masyarakat Dapil yang dihadiri oleh tokoh masyarakat dan UMKM binaannya di Jakarta Pusat dan Selatan.

Dia menjelaskan, motor penggerak pertumbuhan ekonomi nasional tidak lepas dari peran industri yang terus bergerak dalam peningkatan kemampuan memproduksi barang dan jasa.

“UMKM dan BUMN menjadi pihak yang berperan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di Indonesia,” tambah Melani.

Dia mengatakan, BUMN merupakan pihak yang terus berupaya mendukung pengembangan UMKM. Sekaligus bersinergi dengan instansi atau lembaga lainnya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.

“Kementerian BUMN terus mendorong kemitraan strategis antara BUMN dengan pelaku UMKM untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Salah satunya dengan mendorong tambahan alokasi kredit untuk sektor UMKM dan menjadikan UMKM rantai pasok BUMN,” ucapnya.

Menurutnya, pembangunan ekonomi suatu bangsa harus seimbang dengan membangun pondasi ekonomi yang kuat melalui ekonomi kerakyatan yang didominasi pengusaha UMKM.

“Kekuatan UMKM tersebut yang dijadikan sebagai rantai pasok yang berkesinambungan untuk memenuhi pemain global. Sehingga antara UMKM dan pemain global Nasional tidak bisa berdiri sendiri,” ungkap Melani.

Sebagai contoh konkrit peran BUMN terhadap UMKM adalah fakta Dampak Ekonomi dan Sosial Penyaluran KUR di Masa Pandemi. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) misalnya, memperkirakan penyaluran kredit usaha rakyat (KUR) melalui BRI memiliki kontribusi besar dalam menyerap 32,1 juta lapangan kerja. Terkait upaya pemerintah untuk memberdayakan UMKM.

Belum lagi Bank Himbara menambah kredit ke UMKM merupakan bukti nyata keberpihakan negara. Namun penambahan alokasi kredit saja tidak cukup. Pasalnya UMKM memiliki spektrum usaha yang sangat luas sehingga permasalahannya tidak sama. Untuk itu intervensi BUMN harus sesuai dengan permasalahan yang terjadi di UMKM.

“Jika intervensi tidak sesuai dengan permasalahan, maka keberpihakan BUMN ke UMKM hanya sekadar slogan,” ujarnya

Untuk itu, upaya pemerintah patut diapresiasi. Pasalnya, pelaku UMKM nasional terbukti tangguh dalam menghadapi krisis. Banyak pengusaha UMKM Indonesia yang bisa bertahan bahkan sejak krisis moneter 1998 hingga krisis multidimensi akibat Covid-19. Kunci bertahannya pelaku UMKM karena social capital yang kuat.

Dan saat ini data Kementerian Koperasi dan UKM menunjukkan bahwa jumlah UMKM Indonesia mencapai 64,2 juta unit atau 99,99% dari total dunia usaha yang ada.

“Ini merupakan potensi dan kekuatan yang sangat penting bagi perekonomian kita,” ungkapnya.

Sebab, BUMN diberikan mandat oleh UU untuk berperan sebagai kepanjangan tangan negara dalam memberikan pelayanan ke masyarakat. Sehingga tugas BUMN saat ini adalah membina serta menjadikan UMKM mitra bisnis strategis. Sehingga tugas utama BUMN sebagai badan usaha yang mencari keuntungan dapat sejalan dengan bisnis UMKM.

Saat ini yang dibutuhkan ialah menjadikan UMKM sebagai mitra strategis untuk memperkuat rantai pasok BUMN. Jika UMKM menjadi rantai pasok BUMN, maka kelangsungan UMKM dapat terus terjaga. Sehingga kehadiran UMKM di BUMN dapat tumbuh bersama untuk membangun ekonomi Indonesia. Jika BUMN mampu mensinergikan dan menjadikan UMKM mitra bisnis strategis BUMN, maka akan membuat perekonomian nasional tumbuh dan semakin tangguh. (Poy)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.