Kamis, 24 Oktober 19

Ini Penyebab Suhu Bandung Sampai 13 Derajat Celcius

Ini Penyebab Suhu Bandung Sampai 13 Derajat Celcius
* Ilustrasi suhu dingin. (Foto: solopos.com)

Bandung, Obsessionnews.com – Suhu udara di wilayah Bandung baru-baru ini mencapai 15 sampai 13 derajat celcius pada Rabu (17/7/2019). Bahkan dini hari bisa mencapai 8 derajat celcius.

Seperti yang dituturkan oleh Sermon Poltak Halomoan Sihombing, warga Kecamatan Pangalengan, Bandung. Dia mengatakan, suhu udara di wilayah Pangalengan ini sedang mengalami suhu yang cukup dingin, antara 13 sampai 15 derajat celcius.

“Bahkan dini hari tadi sekitar pukul 02.01 Wib sekitar 8 derajat,” ujar Sermon ketika dihubungi  obsessionnews.com, Rabu.

Pria yang kerap dipanggil Bang Ucok ini menambahkan, suhu udara yang delapan derajat baru kali ini ia rasakan. Diakui olehnya, bila memasuki musim kemarau, suhu yang terjadi di daerah Pangalengan ini memang terasa dingin. Namun untuk sampai delapan derajat ini, dia mengaku baru mengalaminya.

“Kalau musim kemarau emang dingin, apalagi kalau seminggu berturut-turut tak turun hujan, dinginnya minta ampun,” ungkap pria berdarah batak ini.

Sementara itu, Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Bandung Toni Agus Wijaya mengatakan, suhu dingin itu disebabkan cuaca cerah yang membuat sinar matahari yang menyinari permukaan bumi sebagian besar terpantulkan ke angkasa. Sehingga radiasi panas matahari yang tersimpan di permukaan bumi saat dini hari, sangat sedikit.

“Suhu yang dingin dalam beberapa hari terakhir di Bandung Raya maupun secara umum di Jawa Barat merupakan fenomena yang biasa atau wajar yang menandakan datangnya periode musim kemarau,” ujar Toni seperti dikutip oleh Kompas.com.

Dia menjelaskan, untuk Jawa Barat periode musim kemarau datang pada bulan Juni dengan terlebih dahulu masuk di wilayah sekitar pantura, kemudian bergerak ke arah selatan.

Pada saat musim kemarau angin bertiup yang melewati Jawa Barat merupakan pasat tenggara atau angin timuran dari arah Benua Australia.

Sementara itu, pada Juli, Agustus, September di Australia sedang mengalami puncak musim dingin, sehingga suhunya relatif lebih dingin dibandingkan musim penghujan.

Oleh karena itu, kondisi saat ini dipengaruhi juga dengan masih adanya kelembapan pada ketinggian permukaan hingga 1,5 km di atas permukaan laut. Sehingga pada sore hari masih terlihat adanya pembentukan awan.

Akan tetapi pada ketinggian 3 km di atas permukaan laut yang relatif kering sehingga potensi awan yang terbentuk untuk terjadi hujan relatif kecil dan dampaknya kondisi kelembapan pada malam hingga pagi hari menambah kondisi suhu udara menjadi dingin.

Toni menambahkan, puncak musim kemarau terjadi pada bulan Agustus-September dengan karakteristik suhu udara dingin dan kering.

Dengan karakteristik cuaca seperti ini, ia mengimbau kepada masyarakat untuk tetap menjaga kondisi badan supaya tetap fit, salah satu di antaranya, saat bepergian ke luar rumah selalu mengenakan baju hangat atau jaket dan mengonsumsi buah-buahan serta sayuran, dan jangan lupa selalu berolahraga.

Berita tentang dinginnya suhu di wilayah Bandung menjadi trending topic di mesin pencari google. Pantauan obsessionnews.com di Google Trends wilayah Indonesia pada Rabu (17/7) pukul 10.35 Wib berita ini ditelusuri lebih dari 10.000 kali. (Poy)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.