Kamis, 16 September 21

Ini Penjelasan KPK Soal Penangkapan di Sentul

Ini Penjelasan KPK Soal Penangkapan di Sentul

Hasan S

Jakarta – Juru Bicara KPK Johan Budi SP telah membenarkan adanya operasi tangkap tangan KPK di kawasan Sentul, Bogor Jawa Barat. Ada Tujuh orang yang berhasil diamankan petugas dalam operasi itu.

“Memang benar tadi sekitar pukul 16.55WIB di lokasi rest area Sentul, KPK amankan tujuh orang,” kata Johan dalam jumpa persnya di gedung KPK, Jakarta, Selasa (16/4/2013) malam.

Johan mengatakan dari hasil pemeriksaan sementara diduga ada praktek suap berkaitan dengan pengurusan izin lokasi tanah di daerah Jonggol, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. “Info pertama berkaitan dengan usaha PT GP untuk memperoleh izin lokasi tanah, kita tidak tahu apakah untuk pabrik atau apa, di Kabupaten Bogor,” ungkap Johan.

Ketujuh pelaku suap yang diamankan KPK itu masing masing bernama Sentot, dia adalah Direktur PT Gerindo Perkasa yang beralamat di Cibubur Square. Kemudian Willy dari sebuah perusahaan swasta, Usep seorang staf di Pemerintah Kabupaten Bogor, Nana karyawan PT Gerindo Perkasa dan Imam dari perusahaan swasta. Sementara dua lagi diketahui merupakan sopir Sentot dan sopir Willy yang dirahasikan namanya.

Selain mengamankan para pelaku, KPK juga menyita sejumlah barang bukti, berupa dua buah mobil, Toyota Rush dan Toyota Avanza serta uang tunai senilai Rp800 juta.

Johan menjelaskan uang itu bersumber dari PT Gerindo Perkasa yang akan diberikan Sentot dan Nana kepada Usep. Diduga Usep dan Wiily merupakan calo tanah untuk tanah pemakaman. “Nama- nama yang saya sebut ada di lokasi rest area Sentul,” katanya.

KPK belum menetapkan mereka sebagai tersangka karena masih menunggu proses pemeriksaan selama 1×24 jam. “Untuk sementara mereka masih berstatus sebagai saksi.

Kasus ini masih akan dikembangkan, untuk mencari tahu apakah ada penyelenggara negara yang terlibat.(rud)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.