Rabu, 23 September 20

Ini Pengacara Profesional Menurut Defrizal Djamaris

Ini Pengacara Profesional Menurut Defrizal Djamaris
* Managing Partner Kudri & Djamaris, Defrizal Djamaris. (Foto: Fikar Azmie/Men's Obsession))

Jakarta, Obsessionnews.com – Pengacara atau advokat merupakan profesi yang mulia. Sebab dalam menjalankan profesinya, pengacara membantu pembelaan terhadap orang lain yang membutuhkan keadilan dalam sebuah kasus hukum.

Namun pengacara dalam menjalankan profesinya harus tunduk pada etika profesi. Lalu seperti apa sih pengacara yang baik dan profesional? Berikut penjelasan dari Managing Partner Kudri & Djamaris, Defrizal Djamaris soal pengacara yang baik dan profesional.

Menurut Defrizal, pengacara yang baik adalah pengacara yang profesional dan taat kepada kode etik profesi. Sejauh mereka bisa menerapkan keduanya, menurutnya itu bisa dikatakan pengacara yang baik.

Dia mengatakan, yang pertama dilakukan oleh pengacara dalam konteks penanganan sebuah perkara, kuncinya adalah menguasai fakta-fakta dan dokumen atau bukti-bukti. Kedua mendengarkan klien, lalu melakukan legal riset yang mendalam, baru kemudian dapat memberikan analisa hukum yang komprehensif.

“Jadi, output-output yang komprehensif itu harus lahir dari suatu proses, tidak sembarang,” ujar Defrizal kepada Majalah Men’s Obsession.

Meskipun dalam perjalanannya, adakala pengacara saat bersidang harus kalah. Namun, menang kalah dalam berperkara menurutnya relatif.

“Kalah atau menang kan putusannya hakim (arbiter). Jadi, selama kita sudah berusaha maksimal, sesuai prosedur yang berlaku dengan strategi yang mumpuni dan disepakati klien, maka meski kita kalah, tidak mengartikan kita gagal,” jelasnya.

Dia juga mengungkapkan, kepada generasi muda yang ingin menjadi seorang lawyer hebat, Defrizal memberikan tips sederhana. Menurutnya ada empat yang harus diperhatikan. “Pertama harus ada minat yang tinggi,” tuturnya.

Kedua logika berpikir yang kuat. “Jika logikanya bagus maka seseorang potensial menjadi lawyer,” ungkapnya.

Ketiga banyak membaca dan memiliki wawasan pengetahuan umum yang luas. Jadi lawyer tidak hanya mengerti UU, tapi harus paham semua persoalan karena hukum itu masuk dalam semua sendi-sendi kehidupan, sehingga lawyer harus memiliki wawasan berpikir yang luas.

Keempat atau yang terakhir, pemuda harus menguasai bahasa asing. Sebab bisnis semakin mengglobal atau melintasi batas-batas negara.

“Terakhir Defrizal melihat dunia hukum Indonesia itu sebenarnya sistem yang dibangun sudah bagus dari sisi subtansi legislasi (peraturan perundangundangan),” jelasnya. (Men’s Obsession/Albar/Poy)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.