Kamis, 22 Agustus 19

Ini Modus Waria dalam Menjerat Korban

Ini Modus Waria dalam Menjerat Korban
* Ilustrasi waria. (Foto: Jombang Time)

Jakarta, Obsessionnews.comAndi Syaputra alias Winda (27), seorang waria asal Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, ditangkap Satuan Reserse Kriminal (Reskrim) Polres Palopo di salah satu Wisma di Jalan Kelapa, Kelurahan Dangerako, Kecamatan Wara, Kota Palopo, Sulawesi Selatan.

Winda ditangkap karena diduga melakukan penipuan atau pemerasan yang disertai pengancaman terhadap korbannya UR (35).

Kasus ini berawal dari perkenalan UR dengan Winda alias Andi di jejaring media sosial Facebook. Setelah itu, kemudian melanjutkan perkenalan melalui WhatsApp setelah saling bertukar nomor ponsel di Facebook.

Tak berselang lama setelah itu, UR kemudian melakukan video call dengan Winda. Saat kejadian, UR diminta untuk menunjukkan alat vitalnya pada Winda yang dikiranya adalah wanita cantik. Lalu Winda merekam adegan yang tak senonoh itu.

Bukan untung yang didapat oleh UR, ternyata Winda menyimpan tangkapan layar video call yang direkamnya itu. File tangkapan layar tersebut dijadikan modus oleh manusia setengah wanita ini untuk mengancam korbannya demi mendapatkan uang.

Winda mengancam akan menyebar luaskan video tersebut jika tidak diberi sejumlah uang oleh korbannya. Selain melancarkan aksinya mendapatkan uang, Winda alis Andi juga melayangkan rayuan gombal pada korban.

Ia juga mengubah suaranya agar persis seperti suara wanita tulen. Dari hasil tangkapan layar tersebut, korban dimintai uang Rp 500 ribu oleh pelaku.

Dibuat kesal dan cemas oleh pelaku yang akan menyebarkan tangkapan layar si korban, UR kemudian melaporkan kejadian tersebut pada kepolisian. Setelah melapor, akhirnya pelaku berhasil ditangkap oleh Satuan Reserse Kriminal Polres Palopo.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Palopo AKP Ardy Yusuf mengatakan, pelaku melancarkan aksi dengan menipu UR melalui video call secara porno di aplikasi WhatsApp. Ardy menjelaskan, Winda mengaku sebagai wanita dan melakukan percakapan seks kepada korban.

“Saat VC berlangsung, pelaku menyuruh korban memainkan alat vitalnya sehingga momen tersebut dimanfaatkan untuk mendapatkan gambar korban,” kata Ardy di Mako Polres Palopo, Jumat (12/7/2019).

Kejadian ini terungkap saat korban merasa malu dan cemas jika kejadian yang dialaminya tersebar luas. Korban yang sudah memberikan Rp 500 ribu kepada pelaku kemudian melaporkan kasus yang dialaminya ke Mapolres Palopo.

“Pelaku sendiri mengakui, gambar tersebut digunakan untuk memeras korban. Jika tidak dipenuhi, pelaku mengancam akan menyebarluaskannya ke media sosial,” kata Ardy.

Dalam kasus ini, polisi mengamankan barang bukti berupa 1 ponsel dan sebuah kartu ATM. (Poy)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.