Jumat, 27 Mei 22

Ini Makna Hari Kartini Menurut Melani L Suharli

Ini Makna Hari Kartini Menurut Melani L Suharli
* Anggota Komisi VI DPR dari Fraksi Partai Demokrat (FPD), Melani Leimena Suharli

Jakarta, Obsessionnews.com – Setiap tanggal 21 april sebagai warga negara Indonesia khususnya perempuan merayakan hari Kartini, dari tahun ke tahun sejauh yang diingat setiap hari kartini disekolah diwajibkan memakai pakaian adat daerah dari berbagai pelosok tanah air atau kegiatan‐kegiatan yang berkaitan dengan kewanitaan.

Padahal justru dalam sejarahnya ibu Kartini malah berusaha mendobrak dominasi kaum pria dimana kaum perempuan bisa sekolah setinggi‐tingginya, dan mendapatkan hak yang sama dengan kaum pria.

Anggota Komisi VI DPR dari Fraksi Partai Demokrat (FPD), Melani Leimena Suharli mengatakan, sebenarnya makna hari Kartini itu memperingati perjuangan ibu Kartini sebagai wanita yang biarpun kehidupannya pada jaman dahulu terpasung, tetapi beliau tidak terpasung.

“Melalui pikiran-pikirannya dan dialah yang membuat para wanita dan orang miskin diperhatikan pendidikannya jangan sampai ketinggalan dari kaum laki-laki,” ujarnya kepada Obsessionnews.com, Jakarta, Selasa (18/4/2017).

Meski harus mengenang jasa Kartini, jangan melupakan jasa yang lainnya, ada juga wanita perkasa seperti Cut Nyak Dhien. “Tapi lebih mengarah keperkasaan wanita sebagai panglima perang digaris depan bersama kaum laki-laki. Kalau Kartini lebih menggugah pendidikan jangan sampai wanita ketinggalan dari kaum pria,” katanya.

“Tanpa ada kaum laki-laki, kaum perempuan susah maju,” tambah Melani.

Dia bercerita, dalam perjuangannya Kartini juga dibantu oleh Kartono, yakni kakak kandungnya sendiri. Sehingga dia (Kartono) memberikan buku-buku yang bagus dan dibaca oleh Kartini. Hal tersebut sebagai kemitraan kaum perempuan dengan kaum laki-laki.

“Berarti disini kita (kaum perempuan) memerlukan kesetaraan genre dengan kaum laki. karena kita kalau nga di back up oleh kaum laki, tidak bisa berjalan,” ungkap Melani.

Ketika disinggung saat ini peran perempuan sudah mampu mengeluakan pendapat dan keinginannya, Melani pun memaparkan. Sebenarnya, itu kalau dilihat sudah mampu sekali.

“Karena kita sudah pernah punya presiden perempuan, kemudian sudah punya sembilan menteri perempuan di legislatif, walau belum banyak tapi sudah ada.

“Sekarang ini baru pecah telor dari sekian puluh tahun baru anggota BPK ada yang perempuan. Berarti diseluruh lembaga seperti KPK, MK, KY diharapkan peren perempuan ada disitu,” tuturnya.

Namun, dia melihat masih banyak ketimpangan di daerah, disana masih terjadi kekerasan seksual yang diakibatkan karena mereka pendidikannya kurang. Sehingga mereka tidak berdaya terhadap kaum laki-laki.

Masih banyak juga di daerah-daerah perempuan yang belum tersentuh, baik dipendidikannya maupun kekerasan terhadap mereka sendiri terutama anak-anak dan perempuan.

“Mungkin itu menjadi pekerjaan rumah yang harus kita perhatikan, karena dari kemajuan perempuan sampai tingkat tertinggi pun kita lihat di daerah masih belum merata,” tutupnya.

Untuk penambahan informasi, semoga makna kartini ditahun ini dan juga tahun‐tahun mendatang bukan sekedar memperingati dengan kegiatan‐kegiatan tapi muncul kartini‐kartini baru yang melegenda seperti ibu kartini.

Sebuah bangsa akan maju tergantung pada kualitas perempuan dan dibalik suksesnya sebuah keluarga biasanya ada seorang perempuan yang kuat, dan tabah memikul beban sebagai seorang istri, seorang ibu, seorang karyawati, dan seorang anggota masyarakat yang baik dan berkpribadian. (Purnomo)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.