Senin, 18 Oktober 21

Ini Komentar Para Tokoh Indonesia Soal Visi Indonesia Emas 2045

Ini Komentar Para Tokoh Indonesia Soal Visi Indonesia Emas 2045
* Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. (Tangkapan Layar/Kapoy)

Jakarta, obsessionnews.com – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan pemerintah memiliki visi untuk menjadikan Indonesia emas pada 2045.

Untuk mewujudkan visi tersebut, pemerintah telah menyusun empat pilar utama dalam mencapai visi Indonesia 2045.

“Pertama, pembangunan manusia serta penguatan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi,” kata Airlangga di acara Webinar Merdeka bertajuk Visi Indonesia 2045: Tantangan Pandemi dan Dunia yang Berubah yang diselenggarakan DCSC pada Selasa (31/8/2021).

Pilar kedua, pembangunan ekonomi berkelanjutan. Ketiga, pemerataan pembangunan. “Keempat, pemantapan ketahanan nasional dan tata kelola pemerintahan,” tambah Airlangga.

Berkaitan dengan pilar pertama, lanjut dia, sejak awal Pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi), fokus utama pemerintah adalah pembangunan sumber daya manusia.

“Pembangunan SDM yang berfokus pada karakter, dan pendidikan yang berorientasi pada keahlian dan penguasaan teknologi,” kata dia.

Menurut Airlangga, pendidikan tinggi akan didorong untuk menciptakan iklim penciptaan lapangan kerja sekaligus pengembangan inovasi dan kreativitas. Kemudian, melalui pemanfaatan teknologi digital diharapkan mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih cepat.

“Upaya percepatan menuju Indonesia emas di 2045, kami tidak hanya menitikberatkan pada pertumbuhan ekonomi yang tinggi tetapi juga pertumbuhan yang berkelanjutan,” jelas Ketua Umum Partai Golkar itu.

Dia juga menyampaikan komitmen Presiden Jokowi dalam Pidato Kenegaraannya pada 16 Agustus lalu, yang ingin menurunkan emisi gas rumah kaca sebagai dasar pilar kedua.

“Sejauh ini, pemerintah telah salah mewujudkan energi baru terbarukan biodiesel B30,” ucapnya.

Pilar ketiga, menurut Airlangga, mengenai pemerataan pertumbuhan ekonomi. Dia menilai Presiden Jokowi sejak 2014 telah membangun banyak infrastruktur untuk membuka daerah terisolasi.

Pemerintahan Jokowi juga membuat Perpres 19 tahun 2020, yang menetapkan 201 proyek pembangunan infrastruktur dan 10 program sebagai proyek strategis nasional dengan nilai anggaeran Rp 5.607 triliun.

Sementara yang terakhir, pemerintah juga berupaya setransparan mungkin dalam tata kelola. Presiden telah meluncurkan online single submission (OSS) berbasis risiko pada 11 Agustus yang lalu.

Di sisi lain, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional juga tengah menyusun transformasi ekonomi 2022-2045. Tentunya perbaikan terhadap situasi akibat penanganan pandemi menjadi pertimbangan.

Ketua Umum (Ketum) Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY)

Di kesempatan yang sama, Ketua Umum (Ketum) Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyampaikan, peran generasi muda tak kalah penting untuk menjawab tantangan tersebut, yakni untuk mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.

“Setiap bangsa pasti ingin menjadi bangsa yang besar dan unggul, setiap bangsa juga pasti ingin untuk menjadi menang dalam persaingan global,” ujarnya.

Menurut AHY, Indonesia Emas tercapai saat bangsa ini aman dan damai, adil dan sejahtera, serta maju dan mendunia.

“Tapi, mampukah kita mewujudkan itu semua di tahun 2045?” tanya AHY.

Menurut putra mantan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini, Indonesia bisa mencapai visi tersebut jika optimis. Tapi ia mengingatkan, tidak ada jaminan pasti dan tidak ada rumus ajaib untuk mencapai Indonesia Emas setelah satu abad lamanya merdeka.

Ia kemudian merujuk pada sejarah Amerika Serikat (AS) sebagai negara kuat di dunia. Ternyata di usianya yang ke-100 tahun, AS belum mencapai predikat Negara Emas. “As masih merangkak usai terjadi perang saudara yang dahsyat,” jelasnya.

Peneliti politik senior Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Prof Siti Zuhro

Sementara itu, peneliti politik senior Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Prof Siti Zuhro menyampaikan, untuk menuju visi Indonesia Emas, Indonesia harus ada perubahan.

Menurut dia, pembenahan itu penting karena Visi Indonesia 2045 hanya mungkin terwujud jika ada perbaikan pada kualitas demokrasi dan aktor-aktor politik.

Visi Indonesia 2045 merupakan proyeksi yang kerap disampaikan oleh beberapa ketua umum partai politik di Indonesia.

“Di antaranya Ketua Umum DPP Partai Golkar, Airlangga Hartarto, dan Ketua Umum DPP Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono,” ujarnya.

Siti Zuhro menyimpulkan, Visi Indonesia 2045 yang disampaikan para ketua umum partai politik itu merupakan tujuan meningkatkan kesejahteraan dan kualitas rakyat Indonesia, meningkatkan ekonomi, dan memastikan adanya distribusi sumber daya yang merata dan adil pada semua bidang.

Meski demikian, visi itu hanya mungkin terwujud jika syarat-syarat wajibnya terpenuhi. “Syarat-syarat itu antara lain adanya demokrasi yang substantif dan aktor politik yang konstruktif,” kata dia.

Sebab visi Indonesia Emas 2045 tidak bisa dilepaskan dari politik dan dari demokrasi. Ini bersinggungan dan berhimpit langsung dengan tata kelola pemerintahan yang baik. (Poy)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.