Kamis, 24 Oktober 19

Ini Keseriusan Pemerintah Tangani Bencana Gempa di Lombok

Ini Keseriusan Pemerintah Tangani Bencana Gempa di Lombok
* Presiden Joko Widodo ketika meninjau korban bencana di Lombok. (foto: tribunnews.com)

Jakarta, Obsessionnews.com – Perhatian pemerintah terhadap bencana alam gempa bumi berskala 6,4 Skala Richter (SR) di Lombok, Bali dan Sumbawa luar biasa serius. Bagaimana tidak, selang sehari terjadinya bencana tersebut Presiden Joko Widodo (Jokowi) terjun langsung ke lapangan untuk memastikan proses penanganan bencana berlangsung cepat, aman dan lancar.

Dalam tinjauannya, Jokowi menyampaikan rasa duka dan belasungkawa bagi korban bencana gempa yang terjadi pada Minggu, 29 Juli 2018.

“Kita ingin mengucapkan duka yang mendalam atas musibah ini, terutama bagi korban yang meninggal. Semoga arwahnya diterima di sisi Allah SWT dan diberikan tempat yang terbaik di sisi-Nya,” ujarnya di Lapangan Madayin, Desa Madayin, Kecamatan Sambelia, Kabupaten Lombok Timur, Provinsi Nusa Tenggara Barat, Senin (30/7/2018).

Hal yang sama juga dikatakan oleh Menteri Pariwisata Arief Yahya yang langsung bergerak dan mengaktivasi Tim Crisis Center Kemenpar. Pengalaman penanganan erupsi Gunung Agung Bali lalu menjadi model untuk diterapkan di Lombok.

“Pertama, kami turut berduka kepada para korban. Termasuk wisatawan mancanegara yang sedang berwisata di atas Gunung Rinjani,” ucap Arief kepada wartawan di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Selasa (31/7).

Dia mengaku sudah menunjuk Kepala Dinas Provinsi (Kadisprov) NTB dan Direktur Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Lombok untuk memimpin proses penanganan korban wisatawan yang sedang berlibur dan terjebak di Rinjani. “Kami juga menurunkan Foodtruck Poltekpar Lombok untuk menyiapkan makanan dan menjemput mereka di Sembalun,” jelasnya.

Selain itu, bagi mereka yang belum bisa pulang kembali ke tanah air mereka, beberapa hotel juga sudah menggunakan SOP yang sama dengan Bali. Yakni, siap menampung para wisatawan itu sehari ini free of charge alias gratis, dan selanjutnya memberi diskon terbaik, dari 25% sampai maksimal 50%.

“Kami juga akan mengantarkan wisatawan itu sampai ke terminal terdekat dari Lombok, seandainya mereka belum bisa terbang dari Lombok International Airport (LIA). Bisa ke Denpasar, Banyuwangi, atau Surabaya, dan gratis. Kami juga langsung berkoordinasi dengan Kedutaan Negara-negara yang warganya ikut menjadi korban bencana itu,” ungkap Arief.

Dia pun menegaskan, bahwa ketika terjadi bencana alam seperti ini, maka pihaknya harus memberikan informasi yang jelas, lengkap dan faktual kepada publik. Termasuk di negara tempat mereka berasal. Semua channel media yang menjadi mitra Kemenpar juga akan digunakan untuk menyampaikan pesan itu. (Poy)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.