Selasa, 26 Januari 21

Ini Kesepakatan Hasil Pertemuan Bilateral RI dan Filipina

Ini Kesepakatan Hasil Pertemuan Bilateral RI dan Filipina

Manila, Obsessionnews – Pertemuan bilateral antara pemerintah Indonesia dengan Filipina menghasilkan beberapa butir kesepakatan kerjasama yakni diantaranya kedua negara sepakat untuk meningkatkan volume perdagangan dua kali lipat pada tahun 2016 mendatang. Presiden Jokowi dan Presiden Aquino III memimpin delegasi negara masing-masing dalam pembicaraan bilateral yang digelar di Istana Malacanang, Manila, Filipina. ‎

“Kita juga ingin mengundang investasi di bidang maritim, di bidang perikanan, di bidang energi dan ingin mendorong kerjasama di bidang pertanian, perikanan, perkebunan, farmasi dan perdagangan antara BUMN kita,” ujar Jokowi di Istana Malacanang, Manila, Senin (9/2/2015).
Kedatangan delegasi Indonesia disambut langsung oleh Presiden Benigno S. Aquino III beserta Maria Elena A. Cruz (kakak kandung Presiden Republik Filipina) di depan Bonifacio Hall, IstanaMalacanang. Diiringi 21 dentuman meriam upacara penyambutan dilanjutkan dengan dikumandangkannya lagu kebangsaan kedua negara.

Jokowi melanjutkan Indonesia dan Filipina akan segera memulai perundingan batas kontinen, kemudian meninjau kembali perjanjian lintas batas 1975, dan perjanjian patroli perbatasan 1975. Dalam bidang Polhukam, menurut Presiden Jokowi, kerjasama mengenai pemberantasan narkoba dan penanggulangan bencana, pengadaan alutsista bagi Filipina.

‎Pemerintah Indonesia dan Filipina juga ingin meningkatkan kerjasama pendidikan dua arah melalui sisters school, university to university, pertukaran guru dan siswa serta beasiswa bagi warga negara Filipina di Filipina Selatan.‎ Sedangkan kerjasama di bidang maritim kedua negara akan mengatur mekanisme untuk penanganan nelayan Bajo.‎

“Kita juga mengapresiasi kepada pemerintah Filipina terkait perlindungan WNI, termasuk WNI keturunan Indonesia di Filipina,” kata Jokowi.

Dalam kesempatan itu, Presiden Joko juga menyampaikan undangan kepada Presiden Benigno Aquino III untuk menghadiri peringatan 60 Tahun Konferensi Asia Afrika bulan April yang akan datang di Kakarta‎ dan di Bandung, serta berpartisipasi, pada World Economic Forum on East Asia 2015 di Bali.

Menteri yang ikut mendampingi presiden antara lain Menko Perekonomian Sofyan Djalil, Menter Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anis Baswedan, Meteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri, Menteri Perdagangan Rachmat Gobel, Gubernur Lemhanas Budi Susilo S, Kepala BNN Komjen Pol Anang Iskandar, dan Kepala BNP2TKI Nusron Wahid. (Has)

Related posts