Senin, 29 November 21

Ini Kepengurusan Golkar dan PPP yang Resmi di KPU

Ini Kepengurusan Golkar dan PPP yang Resmi di KPU

Jakarta, Obsessionnews – Dualisme kepengurusan Parpol yang akan mengikuti pilkada serentak semakin memanas. Pasalnya Kemenkumham telah menyerahkan ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) data Partai Politik (Parpol) yang resmi untuk mengikuti pilkada tersebut.

Kemenkumham telah resmi menetapkan partai Golkar kepengurusan Agung Laksono dan PPP kepengurusan hasil Muktamar Surabaya Romahurmuziy (Romi).

“Kepengurusan Agung Laksono. Kemudian PPP kepengurusannya Romi. Kan kita sudah tahu selama ini,” ujar Komisioner KPU, Hadar Nafis Gumay di kantornya, Jl Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Rabu (22/7/2015).

Hadar juga mengatakan, tidak ada parol baru yang diserahkan oleh Kemenkumham. Menurutnya, karena tidak bisa otomatis misalnya mereka berpandangan bahwa ini sudah bisa berubah.

“Harus kepengurusan yang lain itu, menyampaikan kepada dia (Kemenkumham). Bukan dia yang merubah, kalau itu terjadi,” pungkasnya.

Berita sebelumnya, dualisme kepengurusan Partai Politik (Parpol) yang ingin mengikuti pilkada serentak tahun ini masih terus bergulir. Oleh sebab itu, Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah meminta kepada Kemenkumham agar segera menyerahkan data parpol yang resmi untuk mengikuti pilkada serentak itu.

“Sudah. Kami meminta, mereka telah menyerahkan kepada KPU,” ujar Komisioner KPU, Hadar nafis Gumay di kantornya, Jl Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Rabu (22/7/2015).

Hal tersebut dilakukan oleh KPU untuk memastikan parpol mana saja yang resmi untuk mengikuti pilkada serentak 2015 ini.”Itu untuk memastikan kepengurusan yang terdaftar di mereka yang mana,” ungkapnya.

Namun Hadar mengaku, data parpol yang diserahkan dari Kemenkumham ke KPU tidak ada perubahan data parpol yang akan mengikuti pilkada serentak tersebut.

“Tidak ada yang baru, yang kita ketahui selama ini,” pungkasnya. (Purnomo)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.