Selasa, 29 November 22

Ini Kehidupan Halimah Yacob Sebelum Jadi Presiden Singapura

Ini Kehidupan Halimah Yacob Sebelum Jadi Presiden Singapura
* Presiden wanita muslim pertama yang akan memimpin Singapura, Halimah Yacob (Foto : youtube.com)

Jakarta, Obsessionnews.com – Halimah Yacob akan menorehkan sejarah pertama kali sebagai presiden wanita muslim pertama yang memimpin Singapura. Rencananya, Halimah akan dilantik menjadi presiden negara berlambang singa itu hari ini, Rabu (13/9/2017).

Ternyata, berita tentang Halimah Yacob ini menjadi tranding topik di mesin pencari Google. Pantauan dari Obsessionnews.com pada rabu (13/9) pukul 12:00 berita ini dicari lebih dari 20.000 orang.

Tidak banyak yang tahu jika Presiden terpilih Singapura Halimah Yacob hidupnya pas-pasan di masa kecilnya. Mantan Ketua DPR Singapura ini lahir 23 Agustus, tepatnya 63 tahun silam di Queen Street yang terletak di area Bugis.

Masa kecil Halimah Yacob tidaklah mudah. Ayahnya meninggal ketika dia baru berusia delapan tahun. Dia tinggal di rumah susun yang hanya memiliki satu kamar, bersama saudara-saudaranya. Demi menghidupi kelima anaknya, ibu Halimah berjualan nasi padang, mula-mula dengan sebuah gerobak kecil. Usaha itu kemudian berpindah ke Hawker, setelah mereka diberikan izin.

Masa Kecil Halimah Yacob Bantu Ibunya Jualan

Walau menjadi anak yang termuda, Halimah Yacob tidak sungkan untuk membantu ibunya berjualan. Dia rajin membantu dengan membersihkan lokasi berjualan, mencuci sendok garpu, merapikan meja-meja tempat duduk pelanggan. Halimah juga rajin melayani pelanggan.

Halimah Yacob secara luar biasa berhasil diterima di dua sekolah bergengsi di tingkat SMP dan SMA. Dia merupakan segelintir suku Melayu yang bersekolah di SMP Chinese Girls’ School yang mayoritasnya adalah pelajar wanita beretnis China.

Tingkat SMA ditempuhnya di Tanjong Katong Girls’ School. Namun Halimah Yacob hampir saja dikeluarkan dari sekolah karena sering membolos. Alasan utama dia bolos tidak lain adalah untuk membantu ibunya berjualan.

Halimah Yacob menceritakan bagaimana momen dia hampir dikeluarkan itu sebagai masa terburuk dalam hidupnya. Memang masa SMP dan SMA ini sangatlah sulit. Uang sekolahnya sering tertunggak karena keterbatasan ekonomi. Dia juga harus mengerjakan tugasnya sambilan dengan membantu ibunya berjualan.

Halimah Berhasil Lewati Masa Sulit

Akhirnya, Halimah Yacob berhasil melewati masa sulit itu, dan puncaknya masuk ke Fakultas Hukum Universitas Singapura (sekarang National University of Singapore) yang sangat bergengsi. Kecerdasannya membuat Halimah dianugerahi beasiswa dari Islamic Religious Council of Singapore. Ibu dari lima anak ini menyelesaikan perkuliahannya di tahun 1978. Dia kemudian bergabung dengan National Trades Union Congress (NTUC) atau organisasi perburuhan Singapura.

Dia memulai karirnya di divisi hukum NTUC memperjuangkan hak-hak pekerja. NTUC menjadi tempat Halimah Yacob merangkak dari bawah hingga dipilih menjadi Deputi Sekretaris Jenderal, posisi kedua terkuat di NTUC.

Tidaklah mengagetkan jika Halimah Yacob populer di kalangan buruh, karena dia memang menghabiskan karir selama 30 tahun di NTUC.Tahun 2001 setelah dibujuk oleh Perdana Menteri ketika itu Goh Chok Tong, Halimah memutuskan terjun ke dunia politik. Dia terpilih mewakili konstituensi Jurong serta mengukir sejarah sebagai wanita pertama yang menjadi anggota parlemen dari Suku Melayu. Istri dari Mohamed Abdullah Alhabshee itu kemudian ditunjuk menjadi anggota kabinet dengan posisi menteri muda di berbagai kementerian.

Januari 2013 Halimah Yacob terpilih sebagai Ketua DPR, lagi-lagi menjadi perempuan pertama yang dipercaya menduduki posisi itu. Kini, Halimah mengukir sejarah. Kemenangannya di pemilihan umum menghantarkannya menjadi wanita Presiden pertama Singapura.

Sosok Halimah Yacob terkenal sangat sederhana. Dia tetap tinggal di rumah susun di kawasan Yishun, di utara Singapura walau sudah menjabat sebagai Ketua DPR. Halimah melontarkan rencananya untuk tetap tinggal di rumah susun itu setelah menjabat sebagai Presiden. (Poy)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.