Selasa, 19 Oktober 21

Ini Jantung dan Paru-Paru Bisnis Online

Ini Jantung dan Paru-Paru Bisnis Online

Jakarta, Obsessionnews – Apa yang menjadi jantung dan paru-paru dalam bisnis online ? Gaery Undarsa, Managing Director Ticket.com bilang, jantungnya adalah teknologi dan paru-parunya modal.

“Jangan kira bisnis online tidak keluar modal. Tiap hari kita bisa keluarkan puluhan milyar rupiah untuk diputar lagi,” kata Gaery kepada wartawan pada gathering bulanan dan forum diskusi yang digelar Markplus Center Economy&Business di Jakarta, Kamis (30/7).

Selanjutnya, Gaery mengatakan, modal finansial menentukan kecepatan kemajuan dan seberapa jauh perusahaan bisa berlari.

Sementara itu, jantung dari bisnis online adalah teknologi. Sebab kalau dalam sehari saja jaringan internet mati selama lima sampai 10 menit, perusahaan bisnis online bisa merugi 100 sampai 200 juta rupiah. “Kalau sampai seharian, itu lebih besar lagi,” kata Gaery.

Lebih lanjut, Gaery menjelaskan kalau bisnis online memang potensial. Tapi jangan lupa, industri ini membutuhkan teknologi canggih dan modal yang besar.

Jakarta, Obsessionnews – Saat penipuan via online sedang marak, kepercayaan memang dibutuhkan guna melanggengkan bisnis yang dijalani. Kalau tidak, sebentar saja usaha bakal mati lantaran tak ada lagi konsumen.

Ini Prinsip Bisnis Bukalapak.com
Yusi H Obon, Head Communication Bukalapak.com, dalam gathering bulanan serta forum diskusi yang digelar Markplus Center Economy&Business di Jakarta, Kamis (30/7) bilang, saat ini adalah abad kepercayaan dalam bisnis. Sebabnya, ya itu tadi. Banyak yang melakukan penipuan berkedok jualan online.

Memegang prinsip kepercayaan tadi, Bukalapak.com hanya bertindak sebagai mediator dan langsung menghubungkan antara pembeli serta penjual. Makanya, Yusi bilang, pedagang yang menjajakan dagangannya di situs tersebut diedukasi agar ikut memegang prinsip tadi. Konsumen pun diperlakukan demikian pula.

“Makanya kami berani kasih jaminan empat hari barang tidak sampai uang diganti sepenuhnya,” kata Yusi kepada wartawan.

Sejak awal didirikan hingga saat ini, Bukalapak.com memfokuskan perhatiannya kepada para pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) yang sering kesulitan untuk membuka toko lantaran susahnya modal.

“Kita pengen semua orang go-online. Dulu waktu awal berdiri, kita sempet nawarin ke perusahaan-perusahaan besar dan mereka ga mau. Makanya kita rangkul UMKM,” kata Yusi. (Mahbub Junaidi)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.