Kamis, 18 Juli 19

Ini Gebrakan Awaluddin di Angkasa Pura II

Ini Gebrakan Awaluddin di Angkasa Pura II
* Direktur Utama PT Angkasa Pura (AP) II Muhammad Awaluddin.

Sejak dilantik menjadi Direktur Utama PT Angkasa Pura (AP) II (Persero)pada September 2016 lalu, Muhammad Awaluddin tak menunggu waktu lama untuk melakukan berbagai gebrakan, terutama inovasi dari segi pelayanan.

Transportation sector digital is comming. Pakai teknologi Anda bisa mengukur dan me-manage. Sekarang kita fokus untuk memperkaya hard infrastructure dengan soft infrastructure,” ungkap Awaluddin dalam acara Forum ke-48 BUMN Marketeers Club bertema “Making Digital Airport Do More” di Terminal Keberangkatan T3, Ultimate, Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten (27/2/2017).

Sejalan dengan pengembangan dan penyiapan infrastruktur teknologi informasi serta tersedianya konten-konten digital, AP II akan meningkatkan dan mengintergrasikan kualitas infrastruktur data dan internet serta membuat semua proses bisnis yang ada di kawasan bandara mengarah ke model digital dengan visi menjadikan Bandara Internasional Soekarno-Hatta menjadi kawasan Soekarno-Hatta Digital Aeroplex.

Strategi untuk menghadirkan infrastruktur digital tersebut sesuai dengan konsep 3B yakni Build, Buy, atau Borrow.

“Jadi, kita lihat di item-item tertentu mana yang cocok d- build sendiri, dibeli saja, atau borrow. Kita sudah tetapkan anak usaha Angkasa Pura Solusi (APS) untuk fokus di Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) ini,” ulasnya.

Sistem digital yang diterapkan AP II di beberapa layanan, di antaranya AP II bersinergi dengan PT Telkom Indonesia Tbk menghadirkan fasilitas hiburan airport digital cinema atau bioskop digital yang menayangkan film-film kelas dunia di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

Airport digital cinema ini merupakan bagian dari kampanye program Airport Go Digital yang dicanangkan AP II sejak akhir tahun lalu.

“Kami berharap layanan terbaru ini dapat menjadi salah satu ikon era digital di bandara-bandara AP II khususnya Bandara Internasional Soekarno-Hatta,” ungkap Awaluddin.

Digital cinema ini melengkapi layanan berbasis digital lain yang terlebih dulu ada di Bandara Internasional Soekarno-Hatta seperti Smart Parking, Smart Queuing System untuk taxi, Digital Baggage Handling System, Self-Service Check-in, WiFi berkecepatan tinggi, serta aplikasi Indonesia Airports yang saat ini dapat diakses melalui smartphone android dan ke depannya juga melalui iOS.

“Namanya Indonesia Airport Apps. Di aplikasi ini tersedia informasi penerbangan, lokasi toko dan café, airport care, nilai tukar mata uang, pemesanan taksi, serta informasi kedatangan bus,” papar Awaluddin.

Ia  mengatakan, meski penerapan sistem digital ini masih dilakukan di Terminal 3, dalam waktu dekat penerapannya akan dilakukan di seluruh bandara kelolaan Angkasa Pura ll.

“Saya mengambil model di Terminal 3 karena ini terminal baru, dengan konsep smart airport. Nantinya akan diterapkan di terminal 1 dan 2 Soeta, dan seluruh bandara kelolaan Angkasa Pura ll,” ucapnya.

Menariknya lagi, AP II juga tengah melakukan pengembangan sisi udara untuk meningkatkan kapasitas  landas pacu atau runway Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Hal ini dilakukan agar landasan pacu ini dapat melayani 86 penerbangan per jam dari 72 penerbangan perjam saat ini.

Awaluddin memaparkan untuk peningkatan landasan pacu ini, investasi yang dikeluarkan mencapai Rp 625 miliar. “Pengembangan di sisi udara, selain memperlancar arus lalu lintas pesawat ketika berada di darat.”

Pengembangan yang dilakukan saat ini meliputi perluasan beberapa wilayah apron dan taxiway di zona utara dan selatan, penambahan jalur penghubung taxiway serta penambahan satu rapid exit taxiway di zona utara. “Total, terdapat 12 proyek pengembangan sisi udara yang tengah dilakukan saat ini,” terang Awaluddin.

Awaluddin berharap seluruh proyek tersebut dapat tuntas sesuai jadwal. Sehingga program peningkatan kapasitas runway atau improvement runway capacity (IRC) 86 ini dapat terapkan pada akhir tahun ini atau paling lambat awal tahun depan.

Bila kapasitas dua runway bertambah Awaluddin berharap rute baru khususnya penerbangan internasional akan bertambah dan meningkatkan ketepatan waktu atau on-time-performance maskapai.

“Ini akan berdampak pada peningkatan pelayanan kepada penumpang pesawat,” tandasnya.

Selain pengembangan sisi udara untuk implementasi IRC 86, di Bandara Internasional Soekarno-Hatta juga telah dimulai pembangunan infrastruktur yang juga berada di sisi udara yakni east cross taxiway yang menghubungkan runway utara dan selatan. Dalam waktu dekat, pengembangan lainnya sisi udara juga akan dilakukan, pembangunan runway ketiga.

Rangkaian pengembangan di sisi udara tersebut mengikuti pengembangan yang dilakukan di sisi darat, antara lain pembangungan kawasan Terminal 3, Skytrain, integrated building, stasiun kereta bandara, cargo village, revitalitasi Terminal 1 & 2, dan lain sebagainya.

Menutup pembicaraan, Awaluddin menuturkan obsesinya ingin menjadikan Soekarno-Hatta “The Best Smart Connected Airport”. “Semoga tahun 2020 akan tercapai,” pungkasnya.

Angkasa Pura II yang mengoperasikan sebanyak 13 bandara di wilayah Barat Indonesia termasuk Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Sepanjang Januari 2017 jumlah penumpang di Bandara Internasional Soekarno-Hatta mencapai 5,083 juta penumpang atau meningkat signifikan dibandingkan dengan Januari 2016 sebanyak 4,572 juta penumpang.

Secara keseluruhan, penumpang pesawat di 13 bandara AP II pada Januari 2017 tercatat sebanyak 8,544 juta penumpang atau naik sebesar 14% dibandingkan dengan bulan yang sama tahun lalu. (Gia)

 

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.