Jumat, 30 Oktober 20

Ini Gambaran Mendagri Soal Pendaftaran Paslon Pilkada Serentak 2020

Ini Gambaran Mendagri Soal Pendaftaran Paslon Pilkada Serentak 2020
* Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian. (Foto: Istimewa/Indonesia.id)

Jakarta, Obsessionnews.com – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengatakan, pada 4-6 September 2020, terjadi kerumunan besar yang berpotensi menjadi media penularan Covid-19, yakni pada saat pendaftaran pasangan calon (paslon). Hal itu membuat gambaran pelaksanaan Pilkada Serentak 2020 kurang baik.

“Ini membuat brand atau image kurang baik terhadap pelaksanaan pilkada,” kata Tito dalam rapat koordinasi (rakor) kesiapsiagaan penyelenggaraan pilkada serentak dalam kondisi bencana nonalam yang digelar virtual, Selasa (22/9/2020).

Menurut dia, dengan adanya kejadian tersebut membuat beberapa pihak meminta agar pilkada ditunda. “Sekaligus juga adanya suara ingin agar pilkada ditunda kembali,” tuturnya.

Dari hasil evaluasi Kemendagri terjadinya kerumunan massa disebabkan oleh beberapa hal. Pertama adalah aturan belum tersosialisasi baik. Sehingga terjadi pengerumunan dan akhirnya pendaftaran calon menggunakan cara lama sebelum adanya Covid-19.

“Yang kedua, sudah tahu tapi mungkin mau show of force. Sudah tahu itu tidak boleh tapi show of force. Nah berkaitan dengan yang ketiga, saya kira ada faktor yang lain yaitu koordinasi antara pihak-pihak yang terkait penyelenggaraan pilkada dan pengamanan ini belum maksimal. Terutama di daerah-daerah,” jelas mantan Kapolri ini.

Untuk itu, Tito meminta agar hal serupa tidak kembali terjadi. Dia meminta agar penegakan regulasi protokol kesehatan ditegakan.

“Kita tidak menginginkan terjadinya pengumpulan kerumunan-kerumunan seperti tergambar saat tahapan pendaftaran paslon tanggal 4-6 September. Tidak boleh terjadi lagi,” pungkasnya. (Poy)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.