Senin, 4 Juli 22

Ini Enam Pelaku Pembuat Video Mesum Bocah dan Perannya

Ini Enam Pelaku Pembuat Video Mesum Bocah dan Perannya
* Ilustrasi pembuatan video mesum. (foto: tribunnews.com)

Bandung, Obsessionnews.comPolda Jawa Barat (Polda Jabar) berhasil menangkap enam orang pelaku pembuat konten video porno atau video mesum yang melibatkan bocah dan perempuan dewasa pada Minggu (7/1/2018) lalu. Setelah dilakukan pengembangan oleh polisi ternyata konten video tersebut diduga pesanan dari luar negeri.

Berita tentang konten video porno ini menjadi trending topic di mesin pencari Google. Pantauan Obsessionnews.com di Google Trends wilayah Indonesia pad Selasa (9/1) pukul 09.39 WIB berita ini ditelusuri lebih dari 10.000 kali.

Enam pelaku pembuat konten video porno ini ditangkap di sekitar Bandung, Jabar. “Enam tersangka itu, FA, CC, IN , IM, HN, dan SU,” ujar Kapolda Jabar Irjen Pol Agung Budi Maryoto di Bandung.

Baca juga: Wow !! Video Mesum Bocah dengan Perempuan Dewasa Pesanan Rusia

Keenam pelaku ini mempunyai peran yang berbeda. FA sebagai sutradara dan pengambil video, CC perekrut perempuan, IN perekrut anak juga sebagai pemeran perempuan, IM perekrut anak juga sebagai pemeran perempuan, HN perekrut anak juga sebagai pemeran perempuan, dan SU merupakan salah satu orang tua anak.

Berdasarkan pengakuan FA dalam pemeriksaan awal, kasus itu dimulai dari pertemanan FA dengan komunitas Russia di platform media sosial Facebook. FA mengirimkan foto mesum antara seorang anak dengan perempuan dewasa pada April lalu.

Respons positif diterima FA dari komunitas tersebut akibat unggahan foto mesumnya. Ia pun mendapat tawaran untuk membuat video mesum anak yang nantinya akan diganti dengan sejumlah uang.

“Tersangka mendapat tawaran dari R yang mengaku orang Kanada untuk membuat video mesum dengan imbalan bayaran uang,” katanya.

Baca juga: Polisi Selidiki Video Mesum Anak Kecil dan Perempuan Dewasa

Faisal pun menyanggupi tawaran tersebut dan kemudian meminta bantuan untuk mencarikan bocah laki-laki kepada CC dan IM. Mereka kemudian membuat video tersebut pada Mei dan Agustus 2017, di dua hotel di Kota Bandung.

“Salah seorang ibu menyuruh putranya untuk bermain dalam video tersebut, padahal sudah menolak, dan akhirnya terpaksa melakukan,” kata dia.

Para tersangka dijerat dengan tiga pasal yang berbeda, yakni Undang-Undang Perlindungan Anak, Undang-Undang Pornografi, dan Undang-Undang Informasi Transaksi Elektronik. (Tio/Poy)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.