Kamis, 6 Agustus 20

KUR Bantu Kembangkan UMKM

KUR Bantu Kembangkan UMKM

Jakarta – Ini kabar menggembirakan bagi para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Pemerintahan Jokowi memutuskan program Kredit Usaha Rakyat (KUR) dilanjutkan. Keputusan penting tersebut disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Sofyan Djalil seusai mengikuti rapat koordinasi di kantor Menko Perkonomian, Senin (15/12/2014) sore.

Sofyan mengatakan ada dua keputusan yang diambil dalam rapat koordinasi itu, yakni KUR akan jalan terus dan plafon KUR dibatasi paling besar Rp 25 juta. Pembatasan plafon harus dilakukan karena kredit macet (non performing loan/NPL) saat ini mencapai 4,2 persen. Rata-rata kredit macet diambil oleh para nasabah yang menggunakan KUR hingga Rp 500 juta. Tetapi, untuk tahun 2015 pemerintah berharap mampu menekan tingkat NPL hingga di bawah 2 persen.

“Plafon KUR Rp 500 juta rawan macet, karena diduga KUR itu salah sasaran,” kata Sofyan.

Keputusan pemerintahan Jokowi melanjutkan KUR karena KUR dinilai bermanfaat untuk mengembangkan UMKM. KUR merupakan warisan pemerintahan SBY. KUR diluncurkan oleh Presiden SBY di Gedung BRI, Jakarta, Senin, 6 November 2007. KUR untuk mengatasi kendala permodalan yang dihadapi para pelaku UMKM. Selain itu tujuan lain dari KUR adalah untuk memberantas lintah darat yang mencekik leher para pelaku UMKM dengan bunga tinggi, sedangkan bunga KUR relatif kecil yakni 0,91 persen/bulan. Penyaluran KUR dibagi menjadi dua bagian, yakni KUR mikro dan KUR ritel. KUR mikro sebesar Rp 5 juta hingga Rp 20 juta. Sedangkan KUR ritel di atas Rp 20 juta hingga Rp 500 juta. Pemerintah memberikan jaminan melalui PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo) sebesar Rp 2 triliun per tahun.

KUR dilaksanakan oleh 33 bank milik pemerintah yang terdiri dari 7 bank nasional dan 26 Bank Pembangunan Daerah (BPD). Adapun 7 bank nasional itu adalah BRI, BNI, Bank Mandiri, BTN, Bank Bukopin, Bank Syariah Mandiri, dan BNI Syariah. Sedangkan 26 BPD adalah Bank Nagari, Bank DKI, Bank Jabar Banten, Bank Jateng, Bank DIY, Bank Jatim, Bank NTB, dan lain-lain. Penyaluran KUR periode November 2007 hingga Oktober 2014 mencapai Rp 171,6 triliun dengan jumlah debitur 12,1 juta UMKM.

Bank BRI adalah penyalur KUR terbesar dengan total plafond mencapai Rp 112,9 triliun dengan jumlah debitur 11,2 juta UMKM. Tempat kedua dididuki Bank Mandiri dengan total plafon sebesar Rp. 16,9 triliun dan debiturnya sebanyak 382,2 ribu UMKM. Di urutan ketiga adalah adalah BNI dengan total plafon sebesar Rp 15,3 triliun dan debiturnya sebanyak 216,1 ribu UMKM. Selanjutnya berturut-turut yaitu BTN dengan plafon Rp 4,5 triliun dan jumlah debiturnya 25,1 ribu UMKM, Bank Syariah Mandiri dengan plafon Rp 3,8 triliun dan jumlah debiturnya 59,4 ribu UMKM , Bank Bukopin dengan plafon 1,8 triliun dan jumlah debiturnya 12,1 ribu UMKM, dan BNI Syariah dengan plafon Rp 306,01 miliar dan jumlah debiturnya 1,3 ribu UMKM. (Arif Rahman Hakim)

Related posts