Minggu, 3 Maret 24

Ini Cara Transaksi Pengedar Uang Dolar Palsu

Ini Cara Transaksi Pengedar Uang Dolar Palsu
* Ilustrasi uang USD palsu. (foto: merdeka.com)

Jakarta, Obsessionnews.comPolisi telah menangkap jaringan pengedar uang palsu jenis dolar Amerika Serikat (USD). Jaringan pengedar uang palsu tersebut berjumlah enam orang. Dari enam orang tersebut lima diantaranya berinisial AS, DB, YD, ID, dan R. Namun, satu orang berinisial PO masih menjadi Daftar Pencarian Orang (DPO).

Cara kerja dan transaksi keenam pengedar uang palsu itu dengan cara pelaku menjual uang palsu dilakukan dari mulut ke mulut, secara sembunyi-sembunyi, dan transaksinya bertatap muka langsung tanpa menggunakan iklan di media sosial.

Kelima tersangka mengaku baru kali ini melacarkan aksinya tersebut. Meski pengakuannya demikian, polisi tetap menyelidiki kasus tersebut. “Kata mereka dapat untung juga belum, tapi kami tetap dalami apakah betul seperti itu,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Kamis (1/2/1/2018).

Sebelumnya, Polisi menangkap lima orang yang diduga sebagai pengedar uang palsu (upal) jenis dolar Amerika Serikat (USD). Kelimanya berinisial AS, DB, YD, ID, dan R yang ditangkap di kawasan Serpong, Tangerang Selatan.

Penangkapan ini berawal dari polisi mendapat informasi akan adanya transaksi jual-beli upal di kawasan Serpong. Polisi lantas menuju lokasi dan memergoki adanya transaksi penjualan upal dolar AS tersebut.

AS dan DB mengaku hanya disuruh menjual  oleh tersangka YD. Polisi lantas menangkap YD di kawasan Tangerang. Adapun YD mengaku membeli upal senilai USD3.000 itu dari ID seharga Rp16 jutaan.

Kemudian polisi menangkap ID di kawasan Bogor. ID pun mengaku upal dolar palsu tersebut didapatnya dari R hingga akhirnya polisi menangkap R. Sementara R mengaku mendapatkan uang palsu itu dari PO yang kini menjadi DPO. (Poy)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.