Sabtu, 21 Mei 22

Ini Cara Bojonegoro Kelola Potensi Migas

Ini Cara Bojonegoro Kelola Potensi Migas
* Bupati Bojonegoro Suyoto saat hadir sebagai narasumber dalam acara pembukaan Pendidikan dan Pelatihan Patriot Energi Angkatan II, Selasa (3/5/2016).

Jakarta, Obsessionnews – Kabupaten Bojonegoro telah sejak lama dikenal memiliki peran strategis dalam hal ketahanan energi nasional. Pasalnya, kabupaten yang terletak di ujung barat Provinsi Jawa Timur ini memiliki cadangan migas yang menyumbang sekitar 20% produksi migas nasional.

Menurut Bupati Bojonegoro, Suyoto, sebagai pengelola energi Pemkab Bojonegoro setidaknya memiliki dua peran. Pertama, secara normatif Pemkab Bojonegoro berfungsi sebagai pelindung, regulator, dan pelayan. Kedua, pihaknya melakukan transformasi sehingga Pemkab Bojonegoro hadir dengan fungsinya sebagai pemberdaya dan pencerah. (Baca: Jadi Bagian Solusi, Pemerintah Harus Hadir di Tengah Warga)

Selain dua peran tadi, Suyoto alias Kang Yoto menjelaskan, pihaknya juga memiliki strategi untuk menjaga keberlangsungan energi nasional. Di antaranya Pemkab Bojonegoro menerapkan prinsip efisiensi. Yaitu efisiensi listrik dan air di lingkungan sendiri, membuat program pengelolahan sampah plastik menjadi solar di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang digunakan untuk bahan bakar mesin pencacah sampah, serta penyaluran gas metan ke sepuluh kepala keluarga di sekita TPA sebagai pengganti kayu bakar dan elpiji.

“Prinsip lainnya adalah pengalihan pompanisasi pertanian dari bahan bakar minyak (BBM) ke listrik di 11 titik. Kami juga membuat program PLTS solar home system yang dilaksanakan di dusun daerah hutan sebanyak 345 unit, pembuatan biogas sebanyak 80 unit,” ujar Kang Yoto saat menjadi narasumber dalam acara pembukaan Pendidikan dan Pelatihan Patriot Energi Angkatan II, di Hall Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Jakarta, Selasa (3/5/2016). (Baca: Suyoto Berbagi Pengalaman Tanggulangi Bencana)

Adapun prinsip yang ketiga, imbuhnya, adalah dengan cara menabung. Prinsip ini dilaksanakan melalui program pembangunan 1000 embung, penghijauan melalui gerakan sedekah pohon, serta program budidaya kemiri sunan dari tahun 2014 s/d 2018 dengan tujuan menghasilkan CKO sebanyak 233.000 barel.

Pada kesempatan itu, Kang Yoto juga mengungkapkan bahwa potensi migas yang ada di Bojonegoro seperti dua sisi mata uang. Potensi migas memungkinkan Pemkab Bojonegoro memiliki dana bagi hasil (DBH) migas yang cukup besar sebagai sumber pendapatan untuk membiayai pembangunan dan terciptanya lapangan kerja yang besar.

Namun di sisi lain, potensi migas itu juga rawan menimbulkan kerusakan lingkungan dan infrastruktur, kehilangan lahan produktif, serta berpotensi menciptakan orang kaya dan calon orang miskin baru. (Baca: Bupati Bojonegoro Resmikan Petroleum Geo-Heritage Satu-Satunya di Dunia)

“Lalu, apa yang dilakukan oleh Pemkab Bojonegoro agar potensi ini tidak muncul? Yang dilakukan adalah migas harus dikelola dengan perencanaan yang bijak, akuntabel, dan transparan,” jelasnya.

Tak cuma itu, permasalahan lainnya muncul. Diantaranya dampak buruk dari ekplorasi dan ekploitasi terhadap lingkungan, terjadinya konflik sosial, serta bagaimana cara mengoptimalkan dan mengelola hasil pendapatan migas untuk kesejahteraan masyarakat.

Untuk menjawab isu penting terkait migas tersebut, menurutnya, Pemkab secara proaktif mendukung suksesnya produksi migas dengan mengoptimalkan perencanaan yang baik, pendekatan sosial, dan transparansi. (Baca: Kang Yoto Bicara Tentang Inovasi Pelayanan Publik)

Disamping itu, pihaknya juga membuat strategi agar terhindar dari kerusakan lingkngan, membuat regulasi terkait RT/RW, menyusun dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM), serta menyiapkan Perda yang mengatur tentang CSR.

“Sementara dana bagi hasil migas di Bojonegoro hanya kami gunakan untuk meningkatkan kapasitas daerah, meningkatkan kapasitas fiskal, dan meningkatkan kualitas SDM,”pungkasnya. (Fath @imam_fath)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.