Minggu, 24 Maret 19

Ini Bukti KPK Kerja

Ini Bukti KPK Kerja
* Rumah Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Laode M. Syarif di Jalan Kalibata Selatan Nomor 42 C 01/03, Pancoran, Jakarta Selatan yang menjadi korban teror bom molotov. (foto: kabar.new)

Jakarta, Obsessionnews.com – Bloub….! Api menjalar di dinding bagian atas rumah Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Laode M. Syarif di Jalan Kalibata Selatan Nomor 42 C 01/03, Pancoran, Jakarta Selatan. Kira-kira seperti itu saat kejadian terror bom molotov yang diberikan kepada pimpinan KPK pada Rabu (9/1/2019) sekitar pukul 01.00.

Tak hanya Laode,  Ketua KPK Agus Raharjo pun mendapat teror bom. Jadi kediaman keduanya disebut-sebut diteror dengan menggunakan bom. Bahkan, di rumah Agus Raharjo di Perum Graha Indah Jatimekar, Jatiasih, Kota Bekasi ditemukan tas warna hitam diduga berisi bom rakitan jenis high explosive pada Rabu (9/1).

Berdasarkan informasi yang dihimpun, diduga bom rakitan jenis high explosive itu pertama kali dilihat oleh petugas keamanan rumah Agus, Ajun Inspektur Polisi dua (Aipda) Sulaeman sekitar pukul 05.30 WIB.

Setelah itu, Sulaeman membuka pintu gerbang rumah sambil menunggu sopir tiba. Selang dua menit, sopir datang menjemput Agus di kediamannya. Saat itu, posisi mobil Innova yang dikendarai sopir berada di luar rumah, sementara di garasi ada mobil Camry.

Kemudian, mobil Innova dimundurkan agar dapat mengeluarkan mobil Camry yang ada di dalam garasi. Selanjutnya, Sulaeman memeriksa tas hitam itu dan menemukan barang yang diduga rangkaian bom. Melihat barang yang diduga rangkaian bom, Sulaeman segera mengamankan tas itu ke rumah sebelah.

Kemudian, dirinya bersama anggota Polri satuan Gegana Bripka I Nyoman Ardana melakukan penjinakan bom dengan cara melepas baterai dan detonator yang berfungsi sebagai pemicu ledakan.

Barang bukti yang diduga bom tersebut berupa pipa paralon, detonator, sikring, kabel warna kuning, biru, oranye, palu ukuran 7 cm. Lalu, ada juga serbuk yang diduga semen putih, baterai Panasonic Neo 9 Voll bentuk kotak dan tas berwarna hitam. Kini hal tersebut sudah ditangani oleh Polda Metro Jaya.

Kasus ini juga dapat tanggapan dari sejumlah pengamat. Salah satunya dari Koordinator Divisi Korupsi Politik Indonesia Corruption Watch (ICW) Donal Fariz yang menilai teror bom molotov yang menyerang rumah pimpinan KPK Agus dan Laode adalah bukti bahwa lembaga anti rasuah itu bekerja.

“Kalau enggak kerja enggak ada teror. Kenapa orang meneror? teror kan dalam kondisi ada yang terancam, ada yang, terganggu ada yang terusik,” Donal kepada wartawan di Kantor ICW, Kalibata Timur, Jakarta Selatan, Rabu (9/1).

Donal berpendapat serangkaian teror yang menghampiri pimpinan KPK maupun penyidik akan terus terjadi jika polisi tak berhasil mengungkap pelaku teror.

Januari  2008 ada teror bom di gedung KPK sehingga seluruh pegawai KPK itu turun pada waktu itu untuk menyelamatkan diri. Selang setahun bulan Juli 2009 juga kembali ada teror orang menelepon KPK dan menyebut ada bom yang sudah diletakkan di gedung KPK, sehingga teror teror bom kepada KPK ini sebenarnya bukan kejadian yang pertama dan sudah berulang.

“Dan itu akan terus berulang teror kepada KPK sepanjang pelaku pelaku teror ini tidak terungkap secara hukum,” ungkap seorang aktivis anti-korupsi Indonesia ini.

Mengenai spekulasi penyebab adanya teror itu, Donal menyebut ada spekulasi politik maupun spekulasi dalam proses penegakan hukum yang dilakukan oleh KPK.

Hal senada juga dikatakan oleh pengamat terorisme Ridlwan Habib yang mengatakan, peristiwa ini masuk dalam kategori terror. “Namun semuanya harus menunggu penyelidikan dari Polri,” ujarnya di Jakarta.

Akibat kejadian ini, Densus 88 diturunkan untuk mengusut kasus teror bom. Berikut ini fakta-fakta yang dirangkum Tribun Jabar tentang teror bom terhadap pimpinan KPK.

  1. Tak Ada Bahan Peledak di Rumah Agus Rahadrjo

Di rumah Agus Rahardjo, ditemukan benda mencurigakan yang diduga bom. Petugas keamanan menemukan paralon yang menyerupai bom. Paralon ini ditemukan oleh petugas keamanan di rumah Agus Rahardjo. Selain paralon, ada juga paku, kabel, baterai, dan serbuk yang disimpan dalam sebuah tas. Setelah dicek oleh petugas keamanan itu bukan bom, tapi paralon menyerupai bom.

Hal ini dibenarkan Kasubag Humas Polres Metro Bekasi Kompol Erna Ruswing. Ia mengatakan, benda mencurigakan di rumah Agus Rahardjo tak ada yang mengandung bahan peledak.”Enggak tahu saya. Orang udah dicek enggak ada itu kosong, enggak ada apa-apa katanya,” ujar Erna Ruswing.

  1. Ada Bekas Ledakan di Rumah Wakil Ketua KPK

Di rumah Laode Muhammad Syarif, ditemukan botol berisi spirtus dan sumbu api. Benda mencurigakan itu ditemukan Laode dan sopirnya saat datang ke rumah. Dari rekaman CCTV, ada orang mencurigakan beraktivitas di depan rumah, pada pukul 01.00 WIB. Orang tersebut diduga yang meletakan botol berisi spirtus itu.

Pada waktu yang sama seorang tetangga mengaku mendengar ledakan seperti pecahan kaca.”Ya, seperti bunyi pecahan kaca gitu ya,” ujarnya.

Hingga kini ada bekas ledakan di rumah wakil ketua KPK. Sebagian dinding dan teras rumahnya menjadi hitam. Kemudian ditemukan dua potongan selang merah sepangan lima sentimeter.

  1. Posisi Pimpinan KPK Saat Kejadian

Adanya teror bom terhadap pimpinan KPK menyita perhatian publik. Lalu, di mana posisi pemilik rumah saat kejadian? Agus Rahardjo disebutkan tak ada di rumah saat teror tersebut. Sementara itu, Laode Muhammad Syarif justru ada di rumah.

  1. Polisi Libatkan Densus 88

Pihak kepolisian melibatkan Densus 88 untuk menyelidiki teror bom terhadap pimpinan KPK. Hal ini disampaikan Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo.

Diturunkannya Densus 88 karena sepak terjang mereka dalam pengungkapan berbagai kasus yang berkaitan bahan peledak. “Memiliki kompetensi yang cukup lengkap, oleh karena itu tugasnya Densus adalah mem-back up tim yang sudah dibentuk bapak Kapolda Metro Jaya,” ujarnya.

  1. Polisi Lakukan Olah TKP

Kepolisian tengah melakukan olah TKP di rumah kedua pimpinan KPK. “Saat ini sedang mengolah tkp, menganalisa alat bukti, dan tim ini akan bekerja secara maksimal,” kata Brigjen Pol Dedi Prasetyo.

Pihaknya memastikan, akan bekerja secara maksimal dalam mengungkap kasus teror bom itu. (Poy)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.