Jumat, 19 Agustus 22

Ini Alasan Mengapa Orang Mudah Percaya Berita Hoax

Ini Alasan Mengapa Orang Mudah Percaya Berita Hoax

Jakarta, Obsessionnews.com – Akhir-akhir ini banyak beredar informasi di masyarakat tentang berita palsu atau hoax. Informasi itu beredar cepat, dari mulut ke mulut atau bisa juga datang dari media sosial. Uniknya, banyak orang yang percaya dengan berita palsu tersebut.

Padahal bila melihat latar belakang pendidikannya, tak sedikit diantara mereka yang telah mengenyam jenjang pendidikan yang relatif tinggi. Artinya, berita hoax itu cepat ditangkap dan diterima oleh masyarakat sekalipun mereka adalah orang yang berpendidikan.

Berikut penjelasan singkat dan ilmiah, ‎dari hasil penelitian terbaru yang dilakukan oleh para ilmuwan di Northwestern University (Amerika Serikat)‎. Mereka menemukan alasan mengapa orang bisa sangat mudah menerima berita-berita hoax.

Pertanyaannya, mengapa banyak orang mudah percaya dengan maraknya berita palsu (hoax)? Nah, untuk menjawabnya, ternyata terdapat alasan ilmiah yang bisa menjelaskan alasan dibalik mudahnya seseorang mempercayai sebuah berita palsu.

Pertama, terungkap bahwa otak manusia cenderung menerima dan mengambil berita yang mudah untuk dicerna untuk disimpan ke dalam memori, sekalipun informasi tersebut tidak akurat atau bahkan palsu.

Oleh David Rapp, selaku penulis laporan penelitian, dijelaskan bahwa otak akan mengambil lebih dulu informasi yang salah, karena tak membutuhkan lebih banyak kerja dibanding harus mengevaluasi dan menganalisisnya terlebih dahulu.

Kedua, hasil studi ilmiah ini juga menunjukkan lebih sulit bagi seseorang untuk menghindari kepercayaan terhadap informasi dan berita yang salah, ketika informasi dan berita yang akurat dicampur aduk dengan informasi palsu.

Menurutnya, karena menganggap sumber informasi atau berita terpercaya, maka sebaiknya tak lantas membuat seseorang menjadi malas untuk mengevaluasi kembali informasi tersebut, walaupun akan menyulitkan.

Ia menambahkan, dari hasil penelitian unik tersebut, beberapa cara untuk menghindari informasi yang salah atau berita palsu (hoax), diantaranya adalah:

Lebih kritis untuk mengevaluasi informasi sesegera mungkin. Hal ini dapat membantu mencegah otak untuk menyimpan informasi yang salah maupun berita palsu.

Mempertimbangkan sumber berita. Disarankan pula untuk lebih memperhatikan lagi sumber informasi dan berita, misalnya saja berimbang atau tidaknya berita yang disampaikan, data dan fakta yang disajikan oleh sebuah sumber, dan tentu saja keberpihakan sumber pembuat informasi dan berita.

Hati-hati terhadap kebenaran yang digunakan untuk kebohongan. Ketika sebuah informasi dan berita yang benar dicampur dengan pernyataan tidak akurat dan tak bertanggung jawab, maka banyak orang akan mudah terbujuk dan menjadi kurang evaluatif.

Nah, dari penjelasan hasil penelitian di atas, dapat kita ketahui bahwa informasi dan berita palsu (hoax) akan lebih mudah untuk diambil dan disimpan oleh otak. (Albar)

Sumber: Psychology Today

Related posts

1 Comment

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.