Kamis, 9 April 20

Ini Alasan Jemaah Naqsabandiyah di Padang Rayakan Idul Fitri Sebelum Pemerintah

Ini Alasan Jemaah Naqsabandiyah di Padang Rayakan Idul Fitri Sebelum Pemerintah
* Jemaah Tarekat Naqsabandiyah di Padang, Sumatera Barat. (Foto: medsos)

Padang, Obsessionnews.com – Jemaah Tarekat Naqsabandiyah di Padang, Sumatera Barat merayakan Idul Fitri hari ini, Senin (3/6/2019). Ahad kemarin merupakan hari terakhir tarekat ini berpuasa.

Pimpinan Tarekat Naqsabandiyah Padang Syafri Malin Mudo menjelaskan mereka sudah menjalankan ibadah puasa selama 30 hari. Menurut Syafri, mereka memulai puasa terlebih dahulu.

“Lebarannya tanggal 3 (Juni), karena puasa kami sudah 30 hari. Kami memulai memang lebih awal, sesuai hisab yang sudah turun temurun,” kata Syafri.

Sebelumnya jemaah Tarekat Naqsabandiyah menyatakan satu Ramadhan atau awal puasa pada Sabtu, 4 Mei 2019. Penanggalan ini berbeda dengan ketentuan Pemerintah yang menetapkan hari pertama puasa pada Senin, 6 Mei 2019.

“Puasa kami tetap 30 hari. Walaupun naik, walaupun turun. Kenapa puasa 30 hari? Karena kata Rasulullah, siapa yang puasa 30 hari dan 6 hari syawal, maka sama dengan puasa 1 tahun,” ujar dia.

Penentuan satu Ramadhan telah dihitung sejak bulan Rajab lalu atau 8 Maret 2019. Tarekat Naqsabandiyah menggunakan metode hisab dan rukyat. Hisab adalah penghitungan dan rukyat artinya melihat bulan.

Penganut Tarekat Naqsabandiyah ini bukan hanya berasal dari Kota Padang, namun juga dari berbagai kota dan kabupaten di sekitar, seperti Kota Solok, Kabupaten Solok, Pesisir Selatan dan lainnya. Pengikutnya diperkirakan berjumlah lebih dari 5.000 orang.

Di Padang terdapat puluhan masjid dan musala yang menjadi pusat peribadatan Jamaah Tarekat Naqsabandiyah. Masjid dan musala tersebut tersebar di Kecamatan Pauh dan Kecamatan Lubuk Kilangan.

Naqsabandiyah merupakan satu dari tiga tarekat yang berkembang di Sumatera Barat. Selain Naqsabandiyah juga terdapat Tarekat Sattariyah dan Kastariyah. Bedanya, jika Naqsabandiyah biasanya lebih awal, sementara Sattariyah dan Kastariyah justru lebih lambat dari pemerintah.

(Has)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.