Minggu, 2 Oktober 22

Ini Alasan Ahok Tidak Hadir Dalam Sidang Buni Yani

Bandung, Obsessionnews.com РMantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menolak memberikan kesaksian dalam sidang Buni Yani, yang di gelar di gedung Arsip, Jalan Seram, Kota Bandung, Jawa Barat, Selasa (8/8/2017).

Tapi hal tersebut dibantah oleh kuasa hukum Ahok, I Wayan Sudirta. Menurut Wayan, jika jaraknya jauh memang tidak dianjurkan untuk datang. Hal itu mengacu pada pasal 116 dan pasal 162 Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHP).

“Pak Ahok bukannya menolak, memang tidak perlu hadir,” ujar Wayan saat dihubungi wartawan, Selasa (8/8)

Dalam pasal 116 dijelaskan bahwa saksi yang jaraknya jauh dari tempat persidangan tidak perlu dihadirkan.

Ahok awalnya dijadwalkan menjadi saksi dalam sidang Buni Yani di gedung Arsip, Jalan Seram, Kota Bandung, Jawa Barat, Selasa (8/8).

Sementara itu Jaksa Andi M Taufik mengungkapkan kehadiran Ahok telah diupayakan kejaksaan. Pihaknya telah mengirimkan surat agar Ahok, yang saat ini ditahan di Mako Brimob Kelapa Dua, menjadi saksi dalam sidang Buni Yani.

“Sebenarnya kami sudah upayakan. Kami sudah ada surat dari Pak Ahok. Beliau menyatakan ketidaksediannya hadir sebagai saksi,” kata JPU Andi.

Selain kepada Ahok, kata Andi, tim JPU mengirimkan surat kepada Mako Brimob. “Dari lapas (Mako Brimob) juga sudah ada surat tidak bisa hadir,” ujar Andi.

Meskipun Ahok dipastikan tidak akan hadir dalam sidang tersebut, Andi menegaskan pihaknya akan meminta majelis hakim membacakan berita acara pemeriksaan (BAP) Ahok. Menurutnya, Ahok sudah disumpah saat memberikan keterangan tersebut. “Ketidakhadiran Pak Ahok nilainya sama seperti hadir karena sudah disumpah juga,” tuturnya.

Dalam persidangan hari ini, jaksa telah menyiapkan dua saksi ahli. Keduanya adalah saksi ahli pidana dr Efendi dan ahli IT Teguh.

Buni Yani didakwa mengubah video pidato Ahok di Kepulauan Seribu dengan menghapus kata ‘pakai’. Selain itu, Buni Yani didakwa menyebarkan informasi yang menimbulkan kebencian terhadap masyarakat berdasarkan suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA). Hal ini berkaitan dengan posting-an Buni Yani di Facebook.

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.