Rabu, 3 Juni 20

Inggris Tolak Israel ‘Mencaplok’ Tepi Barat

Inggris Tolak Israel ‘Mencaplok’ Tepi Barat
* pasukan zionis Israel

Inggris tidak akan mendukung rencana Israel menganeksasi (pengambilan dengan paksa) daerah-daerah di Tepi Barat ke dalam wilayah pendudukan.

Seperti dikutip laman Farsnews, seorang pejabat senior Kementerian Luar Negeri Inggris, James Cleverly dalam pertemuan di parlemen, Senin (11/5/2020) mengatakan, London menolak mendukung aneksasi daerah-daerah di Tepi Barat oleh Tel Aviv, karena ini akan mempersulit pencapaian solusi atas konflik Palestina-Israel.

Pada 20 April, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan rival politiknya, Benny Gantz, mencapai kesepakatan koalisi yang memungkinkan rezim Zionis untuk memulai aneksasi Tepi Barat berdasarkan Kesepakatan Abad, yang diluncurkan Presiden AS Donald Trump.

Sementara itu, juru bicara Uni Eropa Peter Stano pada Senin kemarin, mengatakan jika rezim Zionis melanjutkan aneksasi ilegal Tepi Barat, Uni Eropa akan mengambil tindakan.

“Aneksasi tidak sejalan dengan hukum internasional. Jika terus berjalan, Uni Eropa akan mengambil tindakan yang sesuai,” tegasnya.

Sekjen PBB Antonio Guterres juga memperingatkan Israel tentang upayanya untuk memperluas pemukiman Zionis di tanah Palestina. Seluruh pemukiman Zionis adalah ilegal berdasarkan hukum internasional.

Al-Azhar Mesir Kecam Rencana Israel Caplok al-Khalil
Universitas al-Azhar Mesir, mengecam rencana rezim Zionis Israel mencaplok wilayah di sekitar Haram Ibrahim di kota al-Khalil, Palestina.
Seperti dikutip surat kabar al-Youm al-Sabe’, Universitas al-Azhar Mesir dalam sebuah pernyataan, Ahad (10/5/2020) mengecam rencana Israel membangun pemukiman baru di distrik al-Qadima di kota al-Khalil dan aneksasi wilayah tersebut untuk membentuk koridor khusus yang memudahkan mobilisasi pasukan Zionis ke Haram Ibrahim.

Al-Azhar juga menyuarakan penentangannya terhadap kebijakan rezim Zionis menyerang situs-situs agama dan sejarah Palestina serta sakralitas Islam dan Kristen, yang merupakan pelanggaran nyata terhadap hukum internasional.

Lembaga pendidikan ternama ini meminta masyarakat dunia untuk memikul tanggung jawabnya mengenai isu Palestina dan mengambil sikap tegas demi menghentikan aksi peampasan hak-hak bangsa Palestina.

Pasukan Zionis secara rutin menyerang Haram Ibrahim dan menutupnya untuk warga Palestina dengan alasan pelaksanaan hari raya Yahudi.

Pada 25 Februari 1994, tentara dan pemukim Zionis menyerang Haram Ibrahim yang menyebabkan 30 jamaah shalat Palestina gugur syahid dan 150 lainnya terluka. (ParsToday)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.