Selasa, 18 Januari 22

Inggris Dituduh Sudah Direkayasa Lolos ke Final Euro?

Inggris Dituduh Sudah Direkayasa Lolos ke Final Euro?
* Timnas Inggris Euro 2020. (Foto: Alex Morton - ©UEFA)

Tudingan tak sedap kembali mengiringi keberhasilan langkah Inggris mencapai final Euro 2020. Media Spanyol menduduh Inggris sudah direkayasa lolos ke final Euro dengan bantuan UEFA.

El Chiringuito menjadi media terkini yang melontarkan isu negatif di balik lolosnya Inggris ke final.

Inggris lolos ke final turnamen besar untuk pertama kalinya setelah 55 tahun. Mereka akan menghadapi favorit juara lainnya, Italia di Wembley pada Senin (12/7/2021) dini hari WIB.

Sebelumnya, juga ada tuduhan yang mengatakan bahwa lolosnya Inggris ke final tak lepas dari bantuan UEFA yang selalu memprioritaskan mereka bermain di kandang sendiri sejak awal.

Media Spanyol, El Chiringuito menjadi yang terkini melontarkan isu tak sedap dengan mengklaim langkah The Three Lions ke puncak turnamen sudah diatur sedemikian rupa.

“Anda pikir UEFA mengatur Inggris untuk ke final?” kata penyiar Josep Pedrerol bertanya kepada rekan pembawa acaranya sesama jurnalis.

“Bagi saya, ini adalah kompetisi paling memalukan yang pernah kita liput. Menyedihkan,” jawab rekannya.

“Kita memiliki pertandingan di kota-kota yang bahkan bukan Eropa dalam arti apa pun. Kita memiliki final yang disiapkan untuk negara yang meninggalkan Uni Eropa.”

“Ini benar-benar telah diatur. Mereka [Inggris] memainkan setiap pertandingan mereka di kandang kecuali satu tidak. Ini sepenuhnya dikondisikan untuk Inggris.”

Juga ada sindiran terhadap penalti yang didapat Inggris di semi-final saat mengalahkan Denmark 2-1 melalui perpanjangan waktu. Memang, banyak pihak menilai bahwa Raheem Sterling melakukan diving untuk mendapatkan penalti yang dieksekusi oleh Harry Kane.

“Yang kurang hanyalah bantuan yang mereka terima seperti hari ini dalam bentuk penalti, dalam pertandingan yang terbukti rumit,” tukasnya.

Masuk Final Karena main di Kandang
Bek veteran sekaligus kapten timnas Italia, Giorgio Chiellini, memulai genderang perang urat syaraf jelang final Euro 2020.

Laga kontra Italia di final akan jadi laga keenam Inggris di Wembley dari total tujuh laga pada turnamen edisi kali ini.

Italia akan menghadapi Inggris pada partai puncak turnamen di Wembley, Senin (12/7) pukul 02:00 dini hari WIB.

Hingga menembus final, Inggris telah melakoni lima dari enam laga di markas besarnya tersebut. Tiga di fase grup dan dua di fase gugur. Hasilnya, empat kali menang dan sekali imbang.

Satu-satunya pertandingan yang digelar di luar Wembley bagi Inggris adalah saat mereka singkirkan Ukraina 4-0 pada perempat-final di Olimpico, Roma.

Sementara Italia hanya menjalani laga di Olimpico pada fase grup. Sedangkan pada fase gugur, Gli Azzurri dua kali main di Wembley dan sekali di Allianz Arena, Jerman,

“Saya memang berpikir Inggris akan menjadi kandidat serius untuk juara Euro. Mereka punya kualitas dan fisikal, solid, dan terorganisir. Mereka akan sulit dikalahkan,” ucap Chiellini kepada RAI Sport, Kamis (8/7).

“Mereka mencapai semi-final di Piala Dunia. Dapat diprediksi bahwa Inggris akan berada di Final Euro. Ya, karena mereka memainkan enam dari tujuh pertandingan di kandang sendiri,” tambahnya.

Meski begitu, aman dikatakan bahwa Italia lebih berpengalaman di final turnamen besar. Maklum, ini jadi final perdana Inggris di Euro atau yang pertama di turnamen besar sejak Piala Dunia 1966!

Apalagi, Chiellini cs punya modal luar biasa lainnya, yaitu belum terkalahkan dalam 32 pertandingan!

Juara Euro di Kandang, Impian Inggris
Gelandang timnas Italia, Marco Verratti, memuji Inggris sembari membakar harapan timnya untuk kalahkan skuad arahan Gareth Southgate di hadapan suporternya.

Cuma tiga tim yang juara Euro di kandang: Spanyol [1964], Italia [1968], & Prancis [1984]. Dua kalah di final: Portugal [2004] & Prancis [2016].

Italia akan menghadapi Inggris pada final Euro 2020 di Wembley, Senin (12/7) pukul 02:00 dini hari WIB.

Harry Kane dkk diuntungkan lantaran bakal bermain di rumah sendiri. Meski begitu, pemerintah Inggris menyatakan tidak punya rencana untuk menambah okupansi stadion.

Sebelumnya, Inggris telah melakoni lima dari enam laga di Wembley sejak fase grup.

Pada fase gugur, Si Tiga Singa singkirkan Jerman di hadapan 40 ribu pendukung dan kapasitas dinaikan menjadi 60 ribu saat mengeliminasi Denmark di semi-final.

Terlepas dari itu, ini adalah final pertama Inggris di turnamen besar sejak Piala Dunia 1966. Bagi Italia, mereka dua kali kalah dalam dua final terakhir di Euro [2000 & 2012].

“Inggris memiliki pemain hebat. Mereka cuma kebobolan satu gol di sepanjang turnamen,” ucap Verratti dalam sesi temu pers pralaga, Jumat (9/7).

“Mereka solid dan memiliki keseimbangan. Saya pikir mereka pantas berada di final. Ya, akan menjadi impian untuk menang di kandang mereka,” tambahnya.

Adapun dalam lima pertemuan terakhir antara Italia dan Inggris di lintas ajang, hasilnya ternyata berimbang. Rinciannya, tiga hasil seri dan satu kemenangan untuk masing-masing tim. (Goal.com/Red)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.