Selasa, 6 Desember 22

Inggid Antar Bung Karno Raih Kesuksesan

Inggid Antar Bung Karno Raih Kesuksesan
* Bung Karno dan Inggit Ganarsih.

Ir Sukarno atau Bung Karno berandil besar dalam kemerdekaan Indonesia tanggal 17 Agustus 1945. Setelah Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya Bung Karno menjadi presiden pertama Republik Indonesia.  Ia menjadi Presiden tahun 1945 – 1966.

Siapa orang-orang yang berjasa dalam kehidupan orator ulung yang dijuluki Penyambung Lidah Rakyat ini? Salah seorang di antaranya adalah Inggit Ganarsih. Dalam roman sejarah Kuantar ke Gerbang yang ditulis Ramadhan KH dan terbit pada tahun 1980-an, disebutkan Inggid berandil besar mengantarkan Bung Karno meraih kesuksesan.

518540_20120729093943
Setelah menjadi Presiden RI Bung Karno bertemu dengan Inggid.

Waktu kuliah di Bandung Bung Karno kos di rumah Inggit. Inggit berusia lebih tua dari Bung Karno dan telah bersuami, namun tidak punya anak.

Inggit seorang pedagang yang ulet, sedangkan suaminya banyak menghabiskan waktu di warung kopi. Karena tidak ada kecocokan Inggit kemudian menceraikan suaminya. Setelah resmi menyandang status janda, Inggit lebih gencar bekerja dan menjadi ibu kos yang baik bagi Bung Karno. Ia lalu menikah dengan Bung Karno tahun 1923. Saat itu Inggit berusia 33 tahun, sedangkan Bung Karno berusia 20 tahun. Inggit banyak membantu biaya kuliah Soekarno hingga berhasil menjadi insinyur.

Bung Karno dan Fatmawati.
Bung Karno dan Fatmawati.

Sebelum menikah dengan Inggit, Bung Karno pernah menikah dengan Oetari Tjokroaminoto, puteri HOS Tjokroaminoto, yang kemudian diceraikan.

Inggit isteri yang setia dan senantiasa memberikan semangat pada Putera Sang Fajar itu dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia dari cengkraman tangan Belanda. Inggit mengikuti suaminya ke berbagai tempat pengasingan, karena Belanda menilai Bung Karno sosok yang berbahaya dan harus dibuang ke daerah-daerah terpencil.

Salah satu tempat pengasingan Bung Karno adalah Bengkulu. Di Bengkulu, Bung Karno bersama Inggit dan anak angkatnya, Ratna Djuami, tinggal di rumah Hassan Din, tokoh Muhammadiyah. Hassan Din mempunyai seorang puteri yang ayu, Fatmawati. Semula Inggit menganggap Fatmawati sebagai anaknya, tapi lama-kelamaan ia curiga melihat keakraban Fatmawati dan Bung Karno.

Suatu ketika Inggit memergoki Bung Karno dan Fatmawati di pantai. Setelah kejadian tersebut Bung Karno berterus terang kepada Inggit, bahwa ia ingin menikahi Fatmawati, karena ingin punya anak.

“Ceraikan aku!” kata Inggit. Dia tak mau dimadu.

Bung Karno bersama Fatmawati, Guruh, Megawati, Rachmawati, Sukmawati, dan Guruh.
Bung Karno bersama Fatmawati, Guruh, Megawati, Rachmawati, Sukmawati, dan Guruh.

Inggit dan Bung Karno kemudian bercerai. Inggid pulang ke kota kelahirannya, Bandung. Selanjutnya Bung Karno menikahi Fatmawati tahun 1943. Dari perkawinannya dengan Famawati itu Bung Karno dikaruniai ima anak, yakni Guntur, Megawati, Rachmawati, Sukmawati, dan Guruh.

17 Agustus 1945 Indonesia merdeka, dan Bung Karno menjadi Presiden. Inggit tidak ikut merasakan menikmati kesuksesan Bung Karno, tapi ia bersyukur telah mengantarkan seorang putera terbaik bangsa Indonesia mencapai gerbang kesuksesannya.

Inggid memilih tinggal di Bandung hingga akhir hayatnya. Ketika Bung Karno telah menjadi Presiden, ia meluangkan waktunya mengunjungi Inggid. Pertemuan itu sebagai bukti Bung Karno tidak melupakan jasa Inggid. (@arif_rhakim)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.