Minggu, 19 Januari 20

Inflasi IHK Januari 2017 Tercatat 0,97%

Inflasi IHK Januari 2017 Tercatat 0,97%
* Ilustrasi inflasi (foto:istimewa)

Jakarta, Obsessionnews.com – Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) pada bulan Januari 2017 tercatat sebesar 0,97% Month to Month (mtm). Nilai tersebut lebih tinggi dibandingkan bulan lalu sekitar 0,42% mtm, dan dibandingkan Januari 2016  yang tercatat 0,51% mtm.

Demikian laporan yang dicatat oleh Bank Indonesia (BI), kemarin, Rabu (2/2/2017) yang disampaikan Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Tirta Segara. ia menerangkan, kenaikan inflasi IHK tersebut didukung oleh kelompok administered prices dan kelompok inti.

“Secara tahunan, inflasi IHK mencapai 3,49% (yoy) masih berada dalam kisaran sasaran inflasi Bank Indonesia, yaitu sebesar 4%±1% (yoy) dan Inflasi administered prices pada bulan Januari 2017 mencapai 2,57% (mtm) atau 3,35% (yoy), meningkat dari bulan sebelumnya 0,97% (mtm) atau 0,21% (yoy),” ungkap Tirta melalui keterangan tertulisnya.

Peningkatan tersebut terutama didorong oleh kenaikan tarif serta perpanjangan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK), tarif listrik, dan Bahan Bakar Khusus (BBK).

Untuk kenaikan tarif listrik disebabkan karena adanya tarif adjustment, seiring dengan pelemahan nilai tukar dan peningkatan inflasi pada dua bulan sebelumnya, serta penyesuaian tarif listrik untuk pelanggan daya 900 VA nonsubsidi. Sedangkan kenaikan harga BBK seiring dengan peningkatan harga minyak dunia.

“Inflasi inti bulan Januari 2017 tercatat sebesar 0,56% (mtm) atau 3,35% (yoy), lebih tinggi dari bulan sebelumnya sebesar 0,23% (mtm) atau 3,07% (yoy). Komoditas utama penyumbang inflasi kelompok ini adalah tarif pulsa ponsel, sewa rumah, emas perhiasan, mobil, upah pembantu rumah tangga, nasi dengan lauk, dan kontrak rumah. Tarif pulsa ponsel terpantau mengalami kenaikan sejak bulan September 2016. Sementara itu, tarif sewa rumah pada bulan ini lebih tinggi dibandingkan historisnya seiring dengan kenaikan tarif listrik,” tutur Tirta.

Pada Inflasi volatile food di bulan Januari 2017 tercatat sebesar 0,67% (mtm) meningkat dari bulan sebelumnya yang sebesar 0,47% (mtm). Inflasi ini terutama bersumber dari komoditas cabai rawit, ikan segar, daging ayam ras, dan beras. Peningkatan harga cabai rawit terutama disebabkan karena pasokan yang terbatas akibat tingginya curah hujan. Secara tahunan, inflasi volatile food mencapai sebesar 4,13% (yoy).

Kedepan BI akan menekankan inflasi untuk tetap berada pada sasaran inflasi 2017, yaitu 4±1%. Sesuai koordinasi kebijakan pemerintah dan BI dalam pengendalian, inflasi perlu terus diperkuat terutama dalam menghadapi sejumlah risiko, khususnya  terkait penyesuaian administered prices, sejalan dengan kebijakan lanjutan reformasi subsidi energi oleh Pemerintah, dan risiko kenaikan harga volatile food.(Aprilia Rahapit)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.