Rabu, 11 Desember 19

Industri Manufaktur Berperan Penting Dongkrak Perekonomian Nasional

Industri Manufaktur Berperan Penting Dongkrak Perekonomian Nasional
* Industri manufaktur berperan penting untuk lebih mendongkrak perekonomian nasional. (Foto: Kemenperin)

Jakarta, Obsessionnews.com  – Potensi Indonesia saat ini adalah negara yang sudah masuk dalam kelompok G-20 dengan kekuatan ekonomi terbesar di posisi ke-16 dunia. Industri manufaktur berperan  penting untuk lebih mendongkrak perekonomian nasional.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan, kontribusi sektor manufaktur terhadap produk domestik bruto (PDB) masih sangat tinggi, karena kuenya juga masih besar. Jadi perlu didorong untuk terus tumbuh.

Hal itu diungkapkan Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto saat menjadi pembicara pada Congress of Indonesian Diaspora (CID-5) di Jakarta, Sabtu (10/8/2019). Acara ini mengangkat tema “Empowering Indonesia’s Human Capital”.

Dikutip obsessionnews.com dari siaran pers, Minggu (11/8), Airlangga dalam kesempatan tersebut menuturkan, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) sektor industri masih memberikan kontribusi paling besar terhadap struktur produk domestik bruto (PDB) nasional pada triwulan II tahun 2019 dengan capaian 19,52% (y-on-y). Sebagai sumber pertumbuhan ekonomi, industri pengolahan nonmigas tumbuh 3,98% (y-on-y) pada paruh kedua tahun ini.

Selanjutnya selama ini industri manufaktur terus menyumbang paling besar bagi capaian nilai ekspor nasional. Sepanjang Januari-Juni 2019, pengapalan produk manufaktur nasional mampu menembus hingga USD60,14 miliar. Nilai ini berkontribusi sebesar 74,88 persen dari capaian ekspor nasional yang menyentuh angka USD80,32 miliar di semester pertama tahun ini.

 “Kita sedang ingin menjadi negara yang lolos dari middle income trap. Pada tahun 2020, diharapkan kita sudah masuk di dalam upper middle income country. Syaratnya, anggaran penelitian mencapai 2 persen, produktivitas naik dua kali lipat, dan kontribusi sektor industri sebesar 25 persen,” sebutnya.

Airlangga menambahkan, pemerintah terus mendorong terciptanya inovasi di sektor industri agar dapat berdaya saing global. Oleh karena itu, perlu peningkatan kegiatan penelitian dan pengembangan yang mampu memacu produktivitas dan kualitas industri nasional.

“Pemerintah sedang mendorong industri kita ke depannya berbasis inovasi. Bahkan, pemerintah telah menerbitkan peraturan yang tidak hanya bisa menarik untuk manufakturnya saja, tetapi juga untuk menumbuhkan pusat inovasi di Indonesia,” tandasnya.

Regulasi itu adalah Peraturan Pemerintah Nomor 45 Tahun 2019, yang mengatur pemberian insentif super taxdeduction sebesar 200 persen bagi perusahaan yang melakukan pengembangan SDM berbasis kompetensi dan sampai 300 persen bagi perusahaan melakukan kegiatan penelitian dan pengembangan di Indonesia.

 Di samping itu, dalam mendukung implementasi industri 4.0 di Indonesia, Kemenperin terus berupaya membangun ekosistem yang mendukung tumbuhnya inovasi-inovasi di sektor manufaktur. Contohnya Kementerian Perindustrian (Kemenperin) telah membangun tiga unit mini showcaseindustri 4.0, yaitu Mocaf 4.0 di Balai Besar Industri Agro (BBIA) Bogor, Vision 4.0 di Balai Besar Logam dan Mesin (BBLM) Bandung, dan Cacao 4.0 di Balai Besar Industri Hasil Perkebunan (BBIHP) Makassar. (arh)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.