Sabtu, 2 Juli 22

Industri Dalam Negeri Siap Dukung Penanganan Bencana

Industri Dalam Negeri Siap Dukung Penanganan Bencana
* Asia Disaster Management & Civil Protection Expo & Conference (ADEXCO) 2022 di Nusa Dua, Bali. (Foto: Humas Kemenperin)

Obsessionnews.com – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mendukung upaya manajemen bencana dan perlindungan masyarakat dengan berpartisipasi pada pameran tingkat internasional Asia Disaster Management & Civil Protection Expo & Conference (ADEXCO) 2022 di Nusa Dua, Bali, pada 23-28 Mei 2022. Pameran ini merupakan program pendamping dalam rangkaian acara Global Platform for Disaster Risk Reduction (GPDRR) ke-7.

Baca juga:

Hancurnya Barcelona Usai Alami ‘Bencana Anfield’

Bupati Bogor: Saya Dipaksa Tanggung Jawab, Ini IMB Inisiatif Membawa Bencana

Basuki Sampaikan Penanganan Infrastruktur Rusak Pascabencana di DPR

 

 

“Pada ajang ADEXCO 2022 ini, kami memfasilitasi sejumlah pelaku industri binaan untuk mereka menampilkan produk-produk atau peralatan dalam negeri yang telah berdaya saing, khususnya sebagai upaya penanganan bencana,” kata Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) Kemenperin Taufiek Bawazier di Jakarta dalam siaran pers, Selasa (24/5/2022).

 

Mengusung tema “Reinforce Our Future, From Indonesia to the World”, ADEXCO 2022 bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan wawasan seluruh elemen bangsa terkait pemanfaatan teknologi dalam sebuah penanganan bencana. Kegiatan yang dihadiri dari kementerian, lembaga, dan pelaku industri ini sebagai pameran dan konferensi terbesar di Indonesia terkait kebencanaan, yang diharapkan dapat menempatkan Indonesia sebagai pusat solusi kebencanaan di kawasan Asia.

 

Taufiek mengemukakan, keikutsertaan dalam pameran ADEXCO 2022, diyakini akan memacu produk industri nasional bisa menembus dan memperluas pasar ekspornya. Langkah strategis ini dinilai mendukung akselerasi pemulihan ekonomi nasional.

 

Selain itu Kemenperin juga menampilkan upaya optimalisasi program Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN) dalam keikutsertaan di pameran ini. Hal ini sesuai arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk mendorong penggunaan produksi dalam negeri di berbagai proyek pemerintah, badan usaha milik negara (BUMN) maupun swasta.

 

“Kami optimistis upaya tersebut mampu membangun kemandirian serta ketahanan ekonomi nasional, terutama di sektor industri, bahkan juga berdampak positif pada ekonomi rakyat,” ujar Taufiek.

Dia menambahkan, program P3DN merupakan langkah konkret keberpihakan terhadap industri dan produk dalam negeri guna memberikan kesempatan bagi industri dalam negeri untuk berkembang dan meningkatkan daya saingnya.

 

Sebelumnya Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan, pemerintah serius untuk mengoptimalkan program P3DN karena diyakini dapat mendongkrak pertumbuhan ekonomi nasional secara signfikan. Berdasarkan hasil simulasi yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS), dampak pembelian produk dalam negeri senilai Rp400 triliun dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 1,67% hingga 1,71%.

 

“Jika pertumbuhan ekonomi sebesar 3,69% pada tahun 2021, maka dengan memaksimalkan penggunaan produk dalam negeri, ekonomi Indonesia dapat terdongkrak hingga 5,36% hingga 5,4%,” sebut Menperin yang juga selaku Ketua Harian Timas P3DN.

 

Taufiek menambahkan, semangat penggunaan produk dalam negeri diharapkan juga dapat terwujud dalam pengadaan produk kebencanaan di dalam negeri, di antaranya peralatan pencegahan bencana. Apalahi, pencegahan bencana dengan teknologi IoT sudah banyak digunakan saat ini.

 

“Di antaranya adalah sistem informasi yang dapat memprediksi bencana (early warning system), atau perkiraan gelombang laut yang dapat menjadi panduan nahkoda menentukan jalur yang akan dilewati,” jelasnya. Selain itu, terdapat produk drone untuk pemantauan dan pemetaan yang dapat membantu pencegahan bencana di Indonesia. Produk-produk ini sudah diproduksi oleh industri dalam negeri seperti PT INTI dan anggota ASTTA (Asosiasi industri drone).

 

Berikutnya produk dalam negeri yang terkait penanganan bencana di antaranya adalah peralatan kesehatan seperti first aid kit, meja operasi portable, jarum suntik hingga hospital bed yang telah diproduksi dalam negeri. Selain itu, rumah Domus juga menjadi alternatif dalam menjamin rumah sementara bagi korban bencana yang telah diproduksi PT Tata Logam.

 

“Bahkan untuk menangani bencana di medan yang berat dan sulit akses, AMMDes dapat menjadi pilihan yang tepat mengingat ketangguhan produk ini,” imbuhnya. Pada ajang ADEXCO 2022, Ditjen ILMATE Kemenperin menampilkan lima sektor industri yang terkait pencegahan dan penanggulangan bencana, yaitu PT Kreasi Mandiri Wintor Indonesia, PT Tata Logam, PT INTI dan PT Supertone, Asosiasi Produsen Alat Kesehatan Indonesia (ASPAKI) dan tujuh perusahaan Alkes, serta Asosiasi Sistem & Teknologi Tanpa Awak (ASTTA) dan sembilan perusahaan drone. (red/arh)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.