Kamis, 29 September 22

Indonesia Tak Punya Desain Khusus MEA

Indonesia Tak Punya Desain Khusus MEA

Jakarta, Obsesaionnews – Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Beni Pramula. Menurutnya, pemuda saat ini sangat memprihatinkan, degradasi moral semakin menghantui. Sehingga, kata dia, Indonesia tidak memiliki desain khusus mengenai MEA yang akan datang.

“Tidak ada desain khusus mengenai pemuda terhadap MEA yang akan datang. Kita masih jauh tertinggal, supir taxi Thailand saja saat ini sudah memiliki sertifikat internasional. Pemuda Denmark itu saat ini sibuk berdiskusi dalam gedung membicarakan industri, semua itu dilakukan untuk persiapan MEA ke depan. Saya juga sepakat dengan kawan-kawan saya di HMI bahwa pemuda saat ini harus diperhatikan terutama penyedian lapangan pekerjaan yang produktif,” tandasnya dalam forum Pemuda Perindo yang menggelar Rembung Pemuda ber ‘Kiprah Pergerakan Pemuda dalam membangun Indonesia’ di Gedung DPP Partai Perindo, Jakarta, Selasa (27/10/2015).

Ketua HMI dan IMM 2

Sebelumnya, Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Arief Rosyid Hasan mengatakan, pemuda saat ini masih mengalami berbagai tantangan. Menurutnya, pemerintah mestinya serius membangun pemuda karena sampai saat ini perhatian pemerintah terhadap pemuda masih kurang. Padahal pemuda adalah aset negara, agen pembaharu dalam melanjutkan tongkat estafet kepemimpinan bangsa.

Arief juga menilai, hingga sampai saat ini Indonesia belum siap menghadapi momentum Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). Padahal, mestinya pemuda Indonesia menampilkan keunggulannya di Internasional sehingga perlu ada penyesuaian kompetensi.

“Kopentesi saat ini tidak relevan dengan perkembangan jaman, kompetensi yang ditonjolkan harus berbasis keunggulan. Keunggulan kita mestinya bisa dibawa keluar. Jangan kita asik saja didalam tapi kita perlu bawa keluar keunggulan-keunggulan itu,” ungkapnya dalam forum Pemuda Perindo yang sama.

Ketua HMI dan IMM 3

Lebih lanjut Arief memaparkan tantangan serius Indonesia ke depan mengenai bonus demografi. Sebab, jumlah pemuda pengangguran meningkat tiga kali lipat lebih banyak. Sehingga kata Arief, pemerintah perlu memfokuskan kebijakannya dalam membangun pemuda.

“Harus ada kebijakan khusus fokus tentang pemuda, yang ditopang dengan tim kerja. Menpora dari tahun ke tahun tidak mewujudkan itu, seperti tidak fokus selama ini mending pada acara ceremonial saja. Banyak titipan anggaran kepemudaan gitu-gitu aja, saya tidak tahu pemerintah mau apa. Mendorong kemajuan pemuda harus diwujudkan oleh pemerintah, dana pengembanganya tidak bisa disebar-sebar tapi harus difokuskan,” tegasnya. (Asma)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.