Minggu, 15 Desember 19

Indonesia-Prancis Kerja Sama Kembangkan Wisata Bahari

Indonesia-Prancis Kerja Sama Kembangkan Wisata Bahari
* Kementerian Pariwisata RI bekerja sama dengan Kedutaan Besar Prancis untuk Indonesia menggelar Forum for International Tourism and the Environment (FITE) 2019 di Balairung I Wayan Bendhi Kampus Politeknik Pariwisata Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (2/5/2019). (Foto: Kemenpar

Makassar, Obsessionnews.com – Wisata bahari di Indonesia salah satu yang dipromosikan untuk menggaet banyak wisatawan mancanegara (wisman).

Indonesia dan Prancis menjalin kerja sama untuk mengembangkan wisata bahari yang berbasis pada konsep pengembangan pariwisata berkelanjutan atau “sustainable tourism development”.

Deputi Bidang Pengembangan Industri dan Kelembagaan Pariwisata Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Ni Wayan Giri Adnyani mengatakan, pihaknya bersama Kedutaan Besar Prancis untuk Indonesia berupaya mengembangkan kerja sama yang lebih luas di bidang pariwisata.

Untuk itu Forum for International Tourism and the Environment (FITE) 2019 diselenggarakan yang merupakan program kerja sama antara Kedutaan Besar Prancis untuk Indonesia dengan Kementerian Pariwisata RI.

“Melalui FITE ini baik Indonesia maupun Prancis sepakat untuk menjaring ide-ide pengembangan wisata bahari berbasis pariwisata berkelanjutan dari para mahasiswa pariwisata,’ kata Giri dalam acara pembukaan FITE 2019 di Balairung I Wayan Bendhi Kampus Politeknik Pariwisata Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (2/5/2019).

Dikutip dari keterangan tertulis Kemenpar dalam kesempatan itu Giri mengemukakan, ide mereka kemudian dimantapkan dan dimatangkan dengan kursus singkat yang akan dilaksanakan di Paris, Prancis.

“Nantinya diharapkan mahasiswa dapat ikut berkontribusi dalam menyampaikan ide-ide dan gagasan untuk mengembangkan pariwisata yang ramah lingkungan di Indonesia,” tandasnya.

FITE 2019 mengangkat tema “Can Indonesia’s Maritime Identity Support Sustainable Tourism Development ?” dan menghadirkan beberapa orang pembicara. Di antaranya Mr. Ronan Le Baccon (Director of Tourism for Brittany Region in France), Ms. Moe Chiba, (Programme Specialist and Head of Unit Culture, UNESCO), dan Prof. Naniek Harkantiningsih (Senior Researcher at the Indonesian National Center for Archaeological Research).

Selain presentasi dari seluruh speaker, 10 finalis FITE 2019 Student Video Contest juga turut melakukan presentasi di hadapan dewan juri dan tamu undangan.

Adapun juri pada kontes ini adalah Prof. Dr. Emilienne Baneth yang merupakan Attaché for education affairs at the French Embassy to Indonesia dan Paul S. Hayes yang merupakan Director of Debate and the Co-Director of The George Washington University.

“Tiga orang finalis dengan presentasi terbaik akan berkesempatan mengikuti kursus musim panas yang diselenggarakan di Paris,,” tandas Giri.

Kursus berlangsung selama dua pekan. Di Prancis mereka akan mempelajari tentang warisan budaya, sejarah, dan gastronomi Prancis.

Para mahasiswa yang menjadi finalis Student Video Contest yakni Muhammad Hafidz Annazly (STP NHI Bandung), Stevanus Christa Nugraha (STP NHI Bandung), Yusril Haqqi (Poltekpar Lombok), Shaula Keumala (STP NHI Bandung), Rheza Octama (STP NHI Bandung), Tiffany Septa (STP Bali), Hegi Kaban Siregar (Poltekpar Medan), Winda Kusumawati Supandi (Universitas Udayana), Ratih Yustikasari (STP NHI Bandung), dan Nur Zaitun (Poltekpar Makassar). (arh)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.