Senin, 18 Oktober 21

Indonesia Mau Tiru AS, Pembayar Pajak Dapat Pensiun

Indonesia Mau Tiru AS, Pembayar Pajak Dapat Pensiun

Jakarta, Obsessionnews – Dengan Direktorat Jenderal yang baru, pemerintahan yang baru, selebriti Ferdi Hasan optimis bahwa Indonesia akan dapat mengejar ketinggalan dari negara maju. Sebut saja, negara Amerika, pembayar pajak ketika telah pensiun bekerja, akan mendapatkan uang pensiunan dari pembayaran pajaknya terdahulu.

“Kita berkaca dengan negara maju, kalau di luar negeri, contohnya, di Amerika ada yang namanya “forty one key”, maksudnya,  setelah di usia pensiun, mereka juga bisa menarik dari apa yang dibayarkan ke pajak  untuk biaya pensiunnya, tapi kita belum ada. Cuma ya, mudah-mudahan dapat diperbaiki dengan adanya Ditjen yang baru, pemerintahan yang baru, semoga dapat diperbaiki. Sedikit demi sedikit,” kata Ferdi Hasan kepada Obsessionnews, Kamis (12/2) di gedung Ditjen Pajak, Jakarta.

Ferdi juga menyampaikan sebenarnya permasalahan pajak berpuluh-puluh tahun adalah dimata masyarakat bukan hanya public figure menyangka pajak itu menyeramkan. Pengalamanya belum lama ini ternyata berbeda, tidak seperti yang ia bayangkan (seram).

“Sekarang bagaimana kita beritikad baik, dan mereka juga baik. Tergantung permasalahan yang ada,” ujar Ferdy yang pernah meraih penghargaan Panasonic Award pada 2002 dan 2003 sebagai pembawa acara talkshow Pria terfavorit.

Ia berdoa mudah-mudahan pertemuan yang digelar Ditjen pajak hari ini dengan para seniman, masyarakat ini akan terjadi hubungan komunikasi dengan baik. Kemudian pekerjaan seni juga merasa nyaman dengan pajak.

Ketika ditanya mengenai apakah pernah mengalami kerugian dalam membayar pajak? Ia menjawab,” Saya ngak ada rugi bayar pajak.”

Sebenarnya, tutur Ferdi menceritakan pengalamanya dalam membayar pajak, konsulatas pajak sudah melakukan pekerjaan dengan benar, justru yang memberikan pekerjaan tidak memberikan bukti potongan pajaknya, itu saja. Tetapi mereka sudah membayar itu, jadi seolah-olah kesannya saya tidak membayar. Akhirnya kita datang ke Ditjen dan menyelesaikan, kita beresin, kita perbaiki bukti pembayaran. Semuanya terselesaikan.

Mengenai adanya denda, itu pasti ada. Misalnya kita kurang bayar 10 juta, kalau perbulan 2 %, kalau berjalan 1 tahun berarti 2,4 juta, kalau 5 tahun itu lebih besar daripada pokoknya, jadi itu yang ia merasa keberatan. Karena waktu sosialisai belum mendengarkan dengan jelas.

Harapanya, mudah-mudahan semakin banyak sosialisasi, semakin banyak orang yang bayar pajak. Karena masih kurang dari setengahnya masyarakat kita yang bayar pajak, perlu diketahui, pajak ini untuk pembangunan ini. Mudah-mudahan dipergunakan secara baik dengan secara optimal dan dirasakan oleh masyarakat. (Popi Rahim)

Related posts