Minggu, 25 Oktober 20

Indonesia Marah Gulirkan Aksi ‘Koin untuk Australia’

Indonesia Marah Gulirkan Aksi ‘Koin untuk Australia’

Jakarta – Pernyataan Perdana Menteri (PM) Australia, Tony Abbott, yang dianggap mengkaitkan bantuan Australia dalam bencana tsunami di Aceh 2004 dengan persoalan hukuman mati di Indonesia, terus menuai protes di Indonesia.

Sementara, warga Australia secara umum masih mempertanyakan sikap Indonesia yang akan menghukum mati dua warga Australia, walaupun mereka tidak setuju dengan pernyataan Tony Abbott tersebut.

Di Jakarta, hari Minggu (22/2), aksi simbolis berupa pengumpulan koin untuk diberikan kepada pemerintah Australia digelar oleh sekelompok orang di sela-sela acara car free day di bundaran Hotel Indonesia.

“Karena hitungan kita, kalau 100 juta warga Indonesia menyumbang 10 koin uang saja, itu satu Triliun. Kita bisa kembalikan kepada mereka (Australia),” kata Andi Sinulingga, pimpinan aksi protes ‘Koin untuk Australia’.

Sebelumnya, Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (Kammi) Aceh menggelar aksi pengumpulan koin sebagai protes atas pernyataan Abbott tersebut, sejak Sabtu (21/2) lalu.

Aksi protes berupa pengumpulan uang koin ini juga marak di media sosial yang ditandai kehadiran ribuan tagar #CoinForAustralia dan juga #KoinUntukAustralia.

Sikap Warga Australia
Sementara, masyarakat Australia secara umum masih mempertanyakan sikap Indonesia yang masih mempraktekkan hukuman mati, termasuk yang akan dialami oleh dua warga Australia.

Sejauh ini, otoritas hukum Indonesia mengatakan, mereka akan tetap mengeksekusi mati dua warga Australia Andrew Chan dan Myuran Sukumaran dalam kasus penyelundupan narkoba, selain beberapa warga Indonesia serta warga negara lainnya.

“Sikap kebanyakan orang Australia merasa tidak boleh ada hukuman mati,” kata pengamat masalah Asia Tenggara dan Asia Pasifik dari Universitas Nasional Australian National University, James Fox, kepada wartawan BBC Indonesia, Heyder Affan, Minggu (22/02) petang, melalui sambungan telepon.

Pernyataan Abbott Dikoreksi Lagipula, demikian James, pernyataan Tony Abbott tersebut kemudian dikoreksi dan diluruskan oleh seorang pejabat pemerintah Australia lainnya. (bbc.co.uk)
Tony Abbott (bbc.co.uk)

James Fox menganalisa, perselisihan soal hukuman mati ini akan menganggu hubungan dua negara dalam jangka pendek, karena Australia-Indonesia bersikukuh mempertahankan “prinsipnya masing-masing” dalam soal hukuman mati.

Namun demikian, menurutnya, masyarakat Australia cenderung tidak setuju dengan pernyataan Perdana menteri Tony Abbott yang mengingatkan lagi soal bantuan Australia dalam bencana tsunami Aceh 2004.

Pernyataan Abbott Dikoreksi
Lagipula, demikian James, pernyataan Tony Abbott tersebut kemudian dikoreksi dan diluruskan oleh seorang pejabat pemerintah Australia lainnya.

“Dia (Abbott) mungkin bicara salah dan dianggap salah oleh pemerintah Australia,” kata James Fox.

Pelaksanaan dan rencana hukuman mati terhadap warga asing terkait kasus penyelundupan narkoba, sebelumnya telah diprotes oleh pemerintah Brasil dengan menolak menerima dubes Indonesia untuk Brasil.

Indonesia kemudian membalasnya dengan menarik pulang duta besarnya dan memanggil duta besar Brasil untuk Indonesia sebagai bentuk protes atas sikap terbaru pemerintah Brasil tersebut.

Warga Brasil Marco Archer dihukum mati pada tanggal 17 Januari setelah dihukum bersalah melakukan perdagangan narkoba. Warga Brasil lainnya, Rodrigo Gularte, dijadwalkan dieksekusi dalam waktu dekat. (BBC Indonesia)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.