Kamis, 28 Mei 20

Indonesia Dorong Konferensi PBB Keluarkan Komunike Kecam Israel

Baku, Obsessionnews.com – Pemerintah Indonesia berhasil mendorong dikeluarkannya komunike Konferensi PBB yang mengecam penutupan Mesjidil Aqsa dan pelarangan Shalat Jumat oleh Israel.

Konferensi yang diselenggarakan di Baku, Azerbaijan, pada tanggal 20-21 Juli 2017 itu, mengecam keras kebijakan Israel yang terang-terangan melanggar hukum internasional dan status quo terhadap Mesjidil Aqsa yang menjadi kesepakatan dan dihormati selama ini.

Duta Besar RI Baku, Husnan Bey Fananie, di hadapan peserta Konferensi PBB, Jumat (21/7/2017), menyebut penutupan Mesjidil Aqsa sebagai bentuk agresi Israel terhadap warga Palestina.

“Penutupan Mesjidil Aqsa oleh Israel adalah bentuk agresi yang sembrono dan pelanggaran hak asasi warga Palestina termasuk hal beribadah. Ini kian menampakkan wajah buruk dan kejam pendudukan oleh Israel yang ilegal dalam segala hal,” ujar Husnan dalam keterangan tertulis yang diterima Obsessionnews.com.

Ditinjau dari perspektif manapun, lanjut Husnan, pemerintah dan rakyat Indonesia tidak dapat menerima hal ini.

“Oleh karenanya, kita mengecam keras dan kita harus menentangnya!” tegas Husnan yang memimpin delegasi Indonesia didampingi Kepala Bidang Politik PTRI New York, Achsanul Habib.

Senada dengan statement Husnan, para peserta konferensi juga mendesak masyarakat internasional agar memberikan tekanan terhadap Israel untuk segera menghentikan aksi sepihaknya. Apalagi aksi Israel itu telah memancing kekerasan dan timbulnya korban warga Palestina.

Ketua Konferensi PBB Dubes Rafael Ramirez dari Venezuela, yang mewakili negara-negara anggota Komite Palestina PBB menegaskan bahwa Komite Palestina PBB akan terus mendukung rakyat Palestina hingga mendapatkan kemerdekaan, kebebasan, dan kedaulatannya.

Sementara Wakil Tetap/Dubes RI di PBB di New York, Dian Triansyah Djani, yang juga merupakan Wakil Ketua Komite Palestina di PBB menyatakan bahwa tindakan Israel merupakan pelanggaran berulangkali terhadap resolusi DK PBB dan Hak asasi Manusia yang tidak dapat ditolerir.

Konferensi mengenai Palestina yang diselenggarakan di jantung ibu kota Azerbaijan ini diselenggarakan Organisasi Konperensi Islam (OKI) dan Komite Palestina PBB. Tujuannya untuk meningkatkan kepedulian masyarakat internasional terhadap situasi politik, ekonomi, dan hak-hak sosial budaya warga Palestina dalam pendudukan, serta mendorong tercapainya keadilan, perdamaian, dan keamanan bagi rakyat Palestina.

Kegiatan ini dihadiri oleh sekitar 50 negara anggota PBB yang berkedudukan di Baku, organisasi internasional di bawah PBB, perwakilan pemerintah dan rakyat Palestina, LSM internasional, Media Massa, dan kalangan perguruan tinggi. Konferensi dibuka oleh Asisten Sekjen PBB, Miroslav Jenca, Dubes Keliling Azerbaijan, Mr. Shahin Abdullayev, dan Asisten Sekjen OKI, Mr. Samir Bakr, pada tanggal 20 Juli 2017. (Fath/KBRI Baku)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.