Minggu, 25 September 22

Indonesia dan Jepang Gelar Diskusi Soal Perkembangan Penyandang Disabilitas di Indonesia

Indonesia dan Jepang Gelar Diskusi Soal Perkembangan Penyandang Disabilitas di Indonesia
* Acara ‘Indonesia-Japan Roundtable Discussion on Developmental Disorder’. (Foto: LSPR)

Obsessionnews.com – Penyandang disabilitas perkembangan (persons with developmental disorders) kerap menghadapi beragam tantangan, di antaranya tingkat kualitas hidup yang kurang baik, masalah ekonomi serta rendahnya pemahaman untuk mengakses layanan kesehatan serta fasilitas pendukung lainnya. Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) di 2020, terdapat 22,5 juta penyandang disabilitas di Indonesia.

Untuk mencari solusi atas permasalahan tersebut, the National Center for Persons with Severe Intellectual Disabilities, Nozominosono, Jepang dan LSPR Institute of Communication and Business of Indonesia, dengan dukungan dari the Economic Research Institute for ASEAN and East Asia (ERIA) menggelar kegiatan ‘Indonesia-Japan Roundtable Discussion on Developmental Disorder’, pada Selasa (2/8/2022).

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman publik mengenai situasi tentang perkembangan penyandang disabilitas di Indonesia. Acara diskusi ini juga diselenggarakan untuk memperkuat hubungan kerja sama antara Indonesia dan Jepang, dengan berbagi pengalaman serta melakukan dialog dengan para perwakilan dari kedua negara.

Baca juga: Dua Alumni LSPR Institut Ajarkan Melek Digital kepada Pemuda Kampung Nelayan Kaliadem

Acara diskusi ini adalah bagian dari kolaborasi kegiatan riset internasional tentang disabilitas perkembangan (developmental disorder) di Asia Tenggara.

Former Secretary General of National Diet Members Caucus on Developmental Disorder of Japan / Former Member, the House of Representatives / Advisor, Japan Developmental Disorder Network H.E. Madam Michiyo Takagi membuka acara diskusi ini.

Perwakilan dari pemerintah Indonesia dan Jepang (dari Kementerian Sosial Republik Indonesia dan Kementerian Kesehatan, Tenaga Kerja dan Kesejahteraan Sosial Jepang) turut diundang untuk memberikan dukungan dalam inisiatif bersama ini, juga Komisi Nasional Disabilitas Indonesia, serta organisasi dan komunitas yang mewakili penyandang disabilitas perkembangan.

CEO dan Founder LSPR Institute of Communication & Business Prita Kemal Gani serta Direktur Healthcare and Long-Term Care Policy, Economic Research Institute for ASEAN and East Asia Dr. Takuma Kato mengawali pembukaan acara diskusi ini.

Baca juga: Peringati Hari Jadi, LSPR Institute Berikan Apresiasi kepada Alumni yang Berprestasi Luar Biasa

Jajaran pembicara yang hadir adalah H.E. Madam Michiyo Takagi, Dr. Dante Rigmalia (Ketua Komisi Nasional Disabilitas Indonesia), Dr. Salahuddin (Sekretaris Ditjen Rehabilitasi Sosial, Kementerian Sosial Republik Indonesia) dan Mr. Hisatoshi Kato (Staf Khusus untuk Person with Developmental Disorders, Kementerian Kesehatan, Tenaga Kerja dan Kesejahteraan Sosial Jepang).

Salah satu isu penting yang didiskusikan dalam acara ini adalah mengenai riset untuk kebijakan dan implementasi terkait penyandang disabilitas perkembangan di Indonesia dan Jepang. Bertindak sebagai moderator dalam sesi diskusi ini adalah Direktur Lembaga Penelitian, Publikasi dan Pengabdian Masyarakat LSPR Institute of Communication & Business Dr. Rudi Sukandar. Hadir sebagai pembicara adalah Direktur Riset, National Center for Persons with Severe Intellectual Disabilities, Nozominosono Masafumi Hizume dan Wakil Pimpinan Yayasan Autisme Indonesia Adriana Soekandar Ginanjar.

Hadir pula Staf Khusus Presiden dan penyandang disabilitas Angkie Yudistia serta Profesor dari Hosei University dan Visiting Scholar di National Center for Persons with Severe Intellectual Disabilities, Nozominosono Dr. Ryuhei Sano yang akan memimpin sesi diskusi untuk menyimpulkan rekomendasi dari para partisipan yang hadir. Acara ditutup oleh Presiden dari Japan Developmental Disorder Network Dr. Hironobu Ichikawa.

Beberapa poin penting yang akan dibahas dalam diskusi adalah:

  1. Berbagi informasi dan pengalaman tentang penyandang disabilitas perkembangan, khususnya dalam konteks kebijakan dan implementasinya di Indonesia dan Jepang;
  2. Mengidentifikasi isu-isu penting terkait penyandang disabilitas perkembangan dan menampung suara serta aspirasi mereka;
  3. Menciptakan sinergi dan mengembangkan dukungan untuk kerjasama internasional terkait disabilitas perkembangan.
  4. Memfasilitasi pertukaran dan diskusi tentang disabilitas perkembangan di tahap-tahap selanjutnya, termasuk memberikan kontribusi untuk rekomendasi pembuatan kebijakan ke depannya.

Acara ini dihadiri oleh para partisipan yang mewakili beragam kalangan, termasuk penyandang disabilitas perkembangan, organisasi dan komunitas orangtua dengan anak penyandang disabilitas perkembangan, perwakilan akademisi dan pemerintah serta pihak-pihak lainnya yang terhubung dengan bidang ini. (Poy)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.