Rabu, 5 Agustus 20

Indonesia Berada di Ujung Krisis Ekonomi Global

Indonesia Berada di Ujung Krisis Ekonomi Global

Jakarta – Peneliti Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI) Salamudin Daeng menyampaikan, bahwa negara kita adalah rantai paling ujung krisis ekonomi global dan berhadapan devisit yang berkepanjangan. Baru ini BI melakukan estimasi secara terbuka pada 1262 perusahan segitu meungkinkan nilai tukar rupiah sampai Rp 16 ribu/US dollar.

“Diperkirakan ribuan perusahaan di Indonesia baik BUMN maupun perusahaan swasta pada keadaan nga punya kemampuan bayar utang-utang dalam jangka pendek dan panjang,” ujarnya dalam diskusi yang bertajuk ‘Menatap Indonesia 2015’ di Jatipadang, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Selasa (6/1/2015).

Terutama, lanjut Salamudin, pada sektor keuangan Perbankan. Bayangkan kalo misal utang ini sebagian besar dalam bentuk USD, rupiah berkembang sampai 16ribu. “Utang akan jadi dua kali lipatnya,” jelasnya.

Menurut dia, sandaran fiskal kita semakin sulit. Karena fiskal negara kita ditopang dari penerimaan Sumber Daya Alam (SDA), Paling banyak dari Migas yang penerimaannya melalui bagi – bagi hasil atau dari pajak. Harga minyak itu skg 62 dollar per barel. Sementra ongkos produksi 70 dollar per barel. “Nga bisa memaksa diproduksi,”jelasnya.

Menurut Salamudin, negara kita berada pada level di bawah krisis. Kata dia, kalau krisis kan bisa diselesaikan stimulus dari Pemerintah, kita namanya sekarat. Karena keadaan fundamental kita baik tapi keadaan produksi minyak kita itu sama sekali tidak dalam kondisi baik. Sehingga Pemerintah tidak dapat menolong.

“Kebijakan pemerintah naikin harga BBM, ga banyak menolong,” pungkasnya. (Pur)

Related posts