Minggu, 23 Januari 22

Indonesia-Bangladesh Percepat Hubungan Perdagangan

Indonesia-Bangladesh Percepat Hubungan Perdagangan
* Indonesia dan Bangladesh menyadari besarnya potensi perdagangan yang bisa dimaksimalkan kedua negara.

Jakarta, Obsessionnews.com – Indonesia dan Bangladesh sepakat merencanakan putaran pertama perundingan Indonesia-Bangladesh Preferential Trade Agreement (IB-PTA) pada semester pertama 2018.

Dirjen Perundingan Perdagangan Internasional Kementerian Perdagangan (Kemendag) Iman Pambagyo mengatakan, Indonesia dan Bangladesh menyadari besarnya potensi perdagangan yang bisa dimaksimalkan kedua negara.

“Sebagai negara yang perekonomiannya terus tumbuh, serta didukung dengan jumlah penduduk yang signifikan, Bangladesh berpeluang besar menjadi salah satu negara tujuan ekspor utama Indonesia di masa mendatang,” kata Iman dalam siaran persnya, Jumat (19/1/2018)

Kesepakatan yang dicapai dalam pertemuan pendahuluan IB-PTA di Jakarta pada Rabu (17/1) lalu dihadiri oleh Delegasi Bangladesh dipimpin oleh Additional Secretary Ministry of Commerce of Bangladesh Tapan Kanti Ghosh.

Isinya adalah mempercepat penyelesaian Terms of Reference (ToR) Trade Negotiating Committee (TNC) IB-PTA, serta segera membahas draf teks IB-PTA pada pertemuan pendahuluan berikutnya. 

Pertemuan kali ini juga menindaklanjuti hasil pertemuan Presiden RI Joko Widodo dan Perdana Menteri Bangladesh Sheikh Hasina di sela-sela KTT IORA di Jakarta pada bulan Maret 2017. Dimana kedua Kepala Negara ini menyepakati pentingnya upaya peningkatan hubungan perdagangan kedua negara, salah satunya melalui pembentukan PTA antara Indonesia dan Bangladesh.

“Upaya menjalin kerja sama perdagangan dengan Bangladesh ini sejalan dengan arah kebijakan Pemerintah RI untuk memperluas akses pasar dan meningkatkan kerja sama perdagangan Indonesia dengan negara-negara nontradisional, khususnya di kawasan Asia Selatan,” tegas Iman. 

Sekilas Hubungan Dagang Indonesia-Bangladesh

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), nilai total perdagangan kedua negara pada tahun 2016 mencapai USD 1,33 miliar. Neraca perdagangan kedua negara  pada tahun yang sama menunjukkan surplus bagi Indonesia sebesar USD 1,19 miliar.

Bangladesh menempati peringkat ke-23 sebagai negara tujuan ekspor utama Indonesia dengan pangsa sebesar 0,9%, serta menempati urutan ke-63 sebagai negara sumber impor utama Indonesia dengan pangsa sebesar 0,1%.

Ekspor Indonesia ke Bangladesh pada periode Januari-Oktober 2017 tercatat sebesar USD 1,31 miliar atau naik 25,8% dari periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai USD 1,04 miliar. Komoditas ekspor andalan Indonesia ke Bangladesh adalah minyak kelapa sawit dan fraksinya, bubur kayu kimiawi, bangku penumpang untuk kereta atau trem, batu bara, serta kertas dan karton.

Sementara impor Indonesia dari Bangladesh pada periode Januari-Oktober 2017 mencapai USD 60,4 juta atau naik 6,69% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai USD 56,6 juta. Komoditas impor utama Indonesia dari Bangladesh adalah benang goni, kaus, singlet dan rompi lainnya, karung dan tas, pakaian wanita, serta pakaian laki-laki. (Popi)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.